Meriahkan HUT RI ke 74, Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS Gelar Sejumlah Lomba Bersama Warga Batu Koneng

oleh -68 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

porostimur.com | Ambon: Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS menggelar sejumlah lomba bersama warga Batu Koneng, Ambon.

Lomba yang dilaksanakan sejak tanggal 11 Agustus 2019 sampai 16 Agustus 2019 itu, meliputi: lomba sendok kelereng, lomba balap karung helm dan lomba memasukan paku ke dalam botol untuk kategori anak-anak.

Untuk kategori remaja dilaksanakan lomba koin dalam semangka dan lomba joget balon.

Link Banner

Sedangkan untuk kategori wanita dewasa, diadakan lomba tarik tambang, lomba sepak bola sarung dan lomba joget sarung. Sementara untuk kategori pria dewasa, dilaksanakan lomba panjat pinang.

Kegiatan yang tarlaksana atas kerjasama pemeritah desa dan Satgas Raider 136/TS Batam ini, bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme, patriotisme dan cinta tanah air, memperkokoh rasa kebersamaan dan kerjasama serta kekeluargaan di tengah masyarakat RW 04 Batu Koneng Desa Poka.

Baca Juga  Teken MoU Bersama Massa Aksi, Walikota Ternate Janji Bangun Dermaga Pulau Hiri

Turut hadir pada acara puncak dan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba, Pejabat Desa Poka Erick van Room, Danpos Batu Koneng Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS Sertu Teguh Setiawan beserta 11 anggota, Babinkamtibnas Desa Poka Brigadir Polisi Charles, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta masyarakat Dusun Batu Koneng.

Danpos Batu Koneng Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS Sertu Teguh Setiawan dalam sambutannya mengatakan, tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam memperingati hari kemerdekaan dengan peringatan dalam bentuk upacara dan perayaan dalam bentuk berbagai perlombaan dan kegiatan lainnya, merupakan tradisi yang harus tetap dijaga dan dilestarikan

“Nilai-nilai yang terdapat dalam tradisi tersebut merupakan warisan yang tidak ternilai dari para pendahulu kita dan tetua kita”, ujar Teguh Setiawan.

Menurutnya, tradisi peringatan hari kemerdekaan tentunya ada yang berbeda di satu daerah dengan daerah lainnya, walaupun ada tradisi yang bersifat umum secara nasional. Terkadang tradisi di satu daerah akan diadopsi oleh daerah lain sebagai bentuk pengayaan tradisi di daerah tersebut.

Baca Juga  Agnez Mo Puncaki Trending Lewat Lagu Baru Fuckin Boyfriend

Hal ini menurut Teguh, merupakan bentuk kearifan lokal yang tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia,

Dikatakan Teguh Setiawan, Indonesia memiliki berbagai macam tradisi peringatan hari kemerdekaannya sendiri yang turun-temurun diwariskan secara tidak langsung dari generasi ke generasi.

“Mungkin kita tidak pernah tahu, kapan berawal dan dari mana asalnya lomba Panjat Pinang. Hampir semua daerah pernah mengadakan kegiatan lomba tersebut. Banyak filosofi yang terkandung dalam lomba panjat pinang tersebut yang mungkin dilaksanakan hanya setahun sekali tersebut dan itu hanya terjadi pada saat perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia”, papar perwira muda ini.

Lebih Jauh Teguh mengatakan, filosofi yang paling terlihat adalah bagaimana suatu cita-cita akan tercapai dengan usaha dan upaya yang keras, kerja keras dan tekad untuk mencapai cita-cita tersebut.

Baca Juga  Tidur di kamar, Samloy ditemukan meninggal dunia

Filosofi kedua menurutnya adalah kerja sama dan saling gotong-royong, bahu membahu bersama untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai bersama dan itu tidak mungkin dilakukan bila hanya mementingkan kepentingan pribadi dan ego sentris semata.

“Akan ada yang rela berkorban untuk mencapai suatu tujuan bersama, dan pengorbanan tersebut bukanlah suatu yang yang sia-sia bila semua menyadari peran dan tugasnya masing-masing”, ungkapnya.

“Kemerdekaan yang kita rasakan saat ini adalah kemerdekaan dari belenggu penjajahan, kemerdekaan yang kita peroleh dengan perjuangan, untuk suatu tujuan mulia yaitu berdiri sama tegak dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia ini sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat serta membangun bangsa untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat Indonesia”, pungkas Teguh Setiawan (keket)