Porostimur.com, Teheran – Iran menegaskan tidak gentar menghadapi kemungkinan pecahnya kembali perang dengan Amerika Serikat. Di tengah diplomasi yang masih berjalan, Teheran justru mengklaim terus memulihkan kekuatan militernya, meningkatkan produksi rudal dan drone, serta menyiapkan sistem persenjataan baru.
Pernyataan itu disampaikan otoritas militer Iran saat perundingan yang dimediasi Oman dan sejumlah pihak lain belum menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran.
Sikap Teheran tersebut sekaligus menjadi respons atas tekanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali mendesak Iran mencapai kesepakatan, bahkan menggunakan istilah “penyerahan diri total”.
Di sisi lain, Washington sebelumnya memberi sinyal bahwa kesepakatan terkait Selat Hormuz kemungkinan dapat segera tercapai.
Namun, Iran tampaknya tidak ingin menjadikan jalur diplomasi sebagai satu-satunya sandaran. Persiapan militer terus dilakukan sebagai antisipasi jika negosiasi kembali menemui jalan buntu.
Iran Pulihkan Kekuatan, Produksi Rudal dan Drone Meningkat
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, mengatakan pihaknya memanfaatkan setiap peluang yang muncul selama masa gencatan senjata untuk memperkuat kembali kemampuan tempur.
“Kami telah memanfaatkan semaksimal mungkin peluang dari nota kesepahaman (MoU) serta setiap momen gencatan senjata ini,” ujar Akraminia kepada televisi pemerintah Iran pekan ini.









