Survei PPI: Dukungan 5 Persen Dominan, tetapi Publik Terbelah
Survei nasional Parameter Politik Indonesia yang dipaparkan Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno, pada Minggu (18/10/2026), memperlihatkan 40,7 persen responden setuju dengan ambang batas parlemen 5 persen. Sementara itu, 25,3 persen menyatakan tidak setuju dan 34 persen lainnya tidak memberikan jawaban.
Kelompok yang mendukung beralasan bahwa partai dengan perolehan suara kecil dinilai memiliki dukungan rakyat yang terbatas. Mereka juga menginginkan jumlah partai di parlemen tidak terlalu banyak, proses pengambilan keputusan lebih efektif, serta pemerintahan lebih stabil.
Sebaliknya, responden yang menolak mengkhawatirkan suara pemilih akan terbuang apabila partai pilihannya tidak memenuhi ambang batas. Mereka juga menilai angka 5 persen berpotensi terlalu tinggi, mengurangi kesempatan partai kecil dan partai baru untuk memperoleh kursi, serta membatasi keterwakilan politik masyarakat.
Ketika ditanya mengenai besaran ambang batas yang dianggap paling ideal, pilihan publik ternyata tidak sepenuhnya terkonsentrasi pada angka 5 persen atau lebih tinggi.
Sebanyak 33,4 persen responden memilih rentang 3–5 persen sebagai batas yang paling sesuai. Kemudian, 29,5 persen menginginkan ambang batas di atas 5 persen, 9,6 persen memilih rentang 1–3 persen, dan 6,4 persen mendukung zero threshold atau ambang batas nol persen. Adapun 21,1 persen tidak memberikan jawaban.









