Porostimur.com, Ambon — Perkembangan teknologi digital ikut mengubah cara masyarakat berpartisipasi dalam kehidupan politik. Media sosial dan berbagai platform digital kini menjadi ruang baru untuk menyampaikan aspirasi, kritik, sekaligus melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan.
Persoalan tersebut menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Government Exposition, rangkaian kegiatan menyongsong Dies Natalis ke-67 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura.
Kegiatan yang mengangkat tema “Politik Indonesia di Era Digital: Transformasi Partisipasi Publik, Disinformasi Politik, dan Tantangan Membangun Kepercayaan terhadap Demokrasi” itu menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk melihat perubahan politik Indonesia di tengah perkembangan teknologi informasi.
Diskusi menghadirkan dua narasumber, yakni Mukhlis Fataruba, S.Sos., M.Si. dan Atikah Khairunnisa, M.A., dengan Richard Solissa, S.IP., M.Si. sebagai moderator.
Partisipasi Politik Bergeser ke Ruang Digital
Narasumber pertama, Mukhlis Fataruba, menyoroti perubahan pola partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik.
Menurutnya, partisipasi publik yang sebelumnya lebih banyak berlangsung melalui mekanisme konvensional seperti rapat dan pertemuan tatap muka, kini semakin berkembang melalui ruang digital.










