Menurut Bassam, pengembangan komoditas kelapa tidak boleh berhenti pada produksi bahan mentah. Hilirisasi perlu didorong agar berbagai bagian tanaman kelapa, mulai dari daging, tempurung, sabut hingga air kelapa, dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
“Dengan hilirisasi, kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat membuka usaha dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Untuk pengembangan program pada 2027, Pemkab Halsel berencana memprioritaskan tujuh kecamatan yang belum memperoleh bantuan pengembangan kelapa.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas pemerataan program sekaligus memberikan kesempatan kepada lebih banyak petani mengembangkan komoditas perkebunan.
Program 550 ribu bibit kelapa itu diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan penyaluran bantuan. Pemkab Halsel menargetkan bibit yang ditanam dapat tumbuh menjadi tanaman produktif, meningkatkan pendapatan keluarga petani, sekaligus memperkuat kelapa sebagai salah satu sumber ekonomi baru di Halmahera Selatan.
(Amirudin Irsad)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









