Menurut Sumiati, petani diberikan dua pilihan dalam menerima bibit, menyesuaikan kondisi lahan dan cuaca.
Bibit dapat langsung dibawa untuk ditanam dengan kewajiban merawatnya hingga tumbuh. Sementara bagi petani yang kondisi lahannya belum memungkinkan, bibit dapat sementara dititipkan di persemaian atau nursery.
Program tersebut menyasar sekitar 5.000 hektare lahan perkebunan kelapa. Dari total bantuan yang disalurkan, sebanyak 550 ribu anakan kelapa diberikan kepada 200 kelompok tani di 23 kecamatan dan 95 desa.
Pemkab Halsel berharap program tersebut dapat menghidupkan kembali potensi kelapa sebagai salah satu komoditas perkebunan yang mampu menopang perekonomian masyarakat.
Bassam Dorong Hilirisasi Kelapa
Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba meminta para penerima bantuan menjaga dan merawat bibit yang telah diberikan. Ia mengingatkan masih banyak masyarakat yang belum memperoleh kesempatan mendapatkan bantuan serupa.
“Bantuan ini harus dijaga dan dirawat. Masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan bantuan seperti ini,” kata Bassam.
Bassam juga menargetkan tanaman kelapa yang dikembangkan petani mulai memberikan dampak ekonomi dalam beberapa tahun ke depan.
Ia berharap sekitar tiga tahun setelah penanaman, tanaman kelapa telah tumbuh dengan baik dan mulai menjadi salah satu sumber pendapatan yang dapat memperkuat ekonomi keluarga petani.









