Hegemoni hanya akan terjadi pada negara-negara otoritarian dan mereka yang berideologi komunis. Semua milik negara, tak ada kemerdekaan bagi warga negaranya. Tak boleh ada identitas lain, selain yang dimiliki oleh pemerintah pemegang kuasa.
Tentu saja kita tak ingin mengulang tradisi yang dibangun oleh para pendiri bangsa terjerembab pada kecelakaan dan sejarah kelam partisipasi publik, ketika terjadi Demokrasi Terpimpin dan Orde Baru.
Reformasi 1998 yang diperjuangkan oleh rakyat dan mahasiswa adalah cita cita bagaimana tradisi demokrasi kita menjadi demokrasi yang baik, sehat, jujur dan adil. Siapapun yang mencoba menyeragamkan, menghilangkan identitas bukan tidak mungkin mereka adalah anasir-anasir komunis yang sedang ingin mencelakakan kembali negeri ini seperti peristiwa 1948 dan 1965.
Waspadalah sejarah akan selalu berulang, maka bagi mereka yang cinta Pancasila dan rindu demokrasi Indonesia menjalankan demokrasi kerakyatan yang adil dan beradab, maka upaya-upaya penghilangan identitas harus dilawan. (*)
Surabaya, 3 Desember 2022









