Saat itu, Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat enam rudal balistik yang ditembakkan ke arah Taif dan wilayah Yanbu. Pemerintah Saudi tidak melaporkan kerusakan pada fasilitas Aramco akibat serangan tersebut.
Ketegangan tersebut berlangsung di tengah perubahan situasi militer di Yaman. Reuters melaporkan pada 2 Oktober bahwa Arab Saudi sedang mempersiapkan opsi operasi militer terhadap Houthi, termasuk kemungkinan operasi untuk merebut kembali kendali atas kawasan strategis Bab el-Mandeb. Rencana tersebut disebut akan melibatkan pasukan Yaman yang didukung Riyadh dan dukungan udara Saudi.
Sementara itu, laporan mengenai asap dan api di sekitar fasilitas Aramco di Riyadh menambah kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi Saudi.
Reuters mencatat bahwa serangan terhadap fasilitas energi Saudi sebelumnya telah menyebabkan gangguan terhadap sejumlah fasilitas dan menimbulkan korban luka.
Serangan Sanaa dan Eskalasi Konflik Yaman
Di sisi lain, kelompok Houthi sebelumnya menuduh Arab Saudi melakukan serangan udara terhadap Sanaa.
Kelompok tersebut menyebut serangan Saudi sebagai alasan dilakukannya serangan balasan terhadap sasaran di wilayah Saudi. Namun, laporan mengenai jumlah maupun sasaran serangan di Sanaa belum seluruhnya mendapatkan konfirmasi independen.









