Pasukan Yaman yang bersekutu dengan pemerintah yang diakui secara internasional juga menyatakan telah melakukan serangan terhadap posisi Houthi. Pada 2 Oktober, pasukan pemerintah Yaman mengklaim melancarkan 20 serangan udara terhadap personel, pergerakan, kendaraan, dan peralatan militer Houthi di Provinsi Taiz.
Konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi sebelumnya relatif mereda setelah gencatan senjata 2022. Namun, situasi kembali memburuk pada 2026 seiring meluasnya konflik regional.
Perkembangan terbaru juga meningkatkan risiko terhadap jalur pelayaran di Laut Merah dan Bab el-Mandeb. Reuters melaporkan bahwa Houthi dalam beberapa pekan terakhir memperluas penguasaan wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah dan meningkatkan tekanan terhadap jalur perdagangan strategis tersebut.
Eskalasi itu juga berdampak langsung terhadap kondisi kemanusiaan di Yaman. Laporan Reuters mengutip Program Pangan Dunia (WFP) yang memperingatkan memburuknya ketahanan pangan akibat pertempuran terbaru, dengan puluhan ribu orang dilaporkan mengungsi.
Hingga saat ini, klaim Houthi mengenai serangan terhadap fasilitas Aramco di Riyadh masih menunggu konfirmasi resmi dari pemerintah Arab Saudi maupun Saudi Aramco.









