Ilmuwan Ungkap Fakta Baru tentang Tempat Kelahiran Yesus Kristus

oleh -2 Dilihat
Lahirnya Yesus Kristus kerap diabadikan dalam karya seni yang salah satunya adalah lukisan pelukis Belanda, Matthias Stom. (Google)

Porostimur.com, Edinburgh – Menjelang perayaan Natal, pertanyaan lama tentang tempat kelahiran Yesus Kristus kembali menjadi perdebatan. Sementara tradisi Kristen menyebut Betlehem sebagai tempat kelahiran Yesus, sejumlah ilmuwan dan arkeolog kini mempertanyakan kebenaran klaim tersebut, mengingat minimnya bukti arkeologis yang mendukungnya.

Dikutip Wion, Selasa (24/12/2024), pertanyaan ini bukan hal baru. Sejumlah sejarawan dan arkeolog telah lama meragukan klaim bahwa Yesus lahir di Betlehem. Beberapa teori menyebutkan bahwa Yesus mungkin lahir di Nazaret, kota kecil yang menjadi tempat asal Maria dan Yusuf, atau di “Betlehem kedua” yang berjarak hanya 7 km dari Nazaret.

Alkitab, khususnya Injil Matius, Lukas, dan Yohanes, menyebutkan bahwa Yesus lahir di Betlehem di Yudea. Menurut Dr Clyde Billington, seorang pakar Alkitab dan Direktur Eksekutif Institut Arkeologi Alkitab, klaim ini didasarkan pada teks-teks yang ditulis sekitar abad pertama Masehi, hanya beberapa dekade setelah kematian Yesus.

Baca Juga  9 Fraksi DPRD Maluku Setujui Ranperda Perubahan APBD 2026 Jadi Perda

“Saya yakin, seperti kebanyakan sarjana Kristen lainnya, bahwa Betlehem di Yudea adalah tempat kelahiran Yesus,” kata Dr Billington.

Namun, sejumlah ahli berpendapat bahwa bukti arkeologis untuk mendukung klaim tersebut sangat minim. Pada tahun 1969, survei arkeologis di Betlehem menemukan beberapa pecahan tembikar dari Zaman Besi (1000-586 SM). Sementara itu, penggalian lebih baru pada 2016 di sekitar Gereja Kelahiran Kristus menemukan artefak abad pertama Masehi, termasuk tembikar yang sesuai dengan periode kehidupan Yesus.

No More Posts Available.

No more pages to load.