Laporan tersebut mengatakan bahwa tindakan Iran menunjukkan keterbatasan kekuatan militer AS. “Perlawanan rezim menunjukkan bahwa meskipun AS menikmati dominasi militer yang besar, tidak semuanya dapat diselesaikan dengan kekerasan,” tulis CNN dalam laporannya, Sabtu (14/3/2026).
Penutupan selat tersebut menciptakan tantangan operasional besar bagi Angkatan Laut AS.
Kapten Angkatan Laut AS purnawirawan Lawrence Brennan mengatakan kepada CNN bahwa membuka kembali selat tersebut bisa sangat sulit.
“Anda tidak bisa meraih kemenangan jika Anda tidak dapat menggunakan Selat Hormuz,” kata Brennan. Dia menambahkan, “Selat Hormuz harus dibuka kembali untuk perdagangan internasional dan itu adalah hal yang sulit, jika bukan tidak mungkin, untuk dilakukan dalam keadaan saat ini.”
Dia memperingatkan bahwa perang tersebut dapat berlangsung jauh lebih lama dari yang diperkirakan: “Meskipun saya menghargai optimisme…presiden menyatakan kemenangan setelah satu atau dua hari pertama bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Ini akan berlangsung jauh lebih lama dari yang kita harapkan.”
2. Dampak Ekonomi dan Keamanan
Gangguan pengiriman minyak melalui Teluk telah menimbulkan konsekuensi global.
Laporan CNN mencatat bahwa serangan terhadap kapal tanker minyak dan penutupan Selat Hormuz telah mendorong harga minyak naik tajam. Biaya asuransi untuk kapal juga melonjak karena risiko maritim meningkat.











