Menurutnya, wilayah yang berhasil direbut tidak akan memberikan hasil berkelanjutan apabila pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi tidak mampu mempertahankan kendali atasnya.
Persoalan ini memperlihatkan bahwa penyelesaian konflik Yaman tidak cukup mengandalkan operasi militer dan dukungan persenjataan. Dibutuhkan pula koordinasi politik, pendanaan yang berkelanjutan, dukungan logistik, serta kesepakatan mengenai masa depan pemerintahan Yaman.
Para analis yang dikutip CNN juga memperingatkan bahwa selama persaingan Amerika Serikat dan Iran terus berlanjut, konflik Yaman berpotensi tetap menjadi arena persaingan kepentingan regional.
Arab Saudi pada akhirnya menghadapi pilihan sulit: memperluas operasi militer, membangun kembali koordinasi dengan mitra-mitra regional, atau mencari jalan diplomatik yang dapat mengurangi ancaman di perbatasan selatannya.
Ratney menilai tidak ada skenario yang mampu menyelesaikan konflik tersebut dalam waktu dekat. Karena itu, Arab Saudi harus mencari jalan keluar yang realistis di tengah kepentingan regional yang saling berbenturan.
Bagi Riyadh, tantangannya kini bukan hanya meredam serangan Houthi, melainkan memastikan konflik Yaman tidak terus menghambat agenda transformasi ekonomi dan ambisi Mohammed bin Salman menjadikan kerajaan tersebut sebagai pusat investasi dan kegiatan global.











