Porostimur.com, Tel Aviv – Serangan rudal Iran yang menghantam jantung teknologi Israel pada Jumat (20/6/2025) bukan sekadar aksi balasan militer biasa. Salah satu target utama serangan adalah kawasan Gav Yam Negev Advanced Technologies Park di Beersheba, lokasi strategis yang menjadi pusat riset pertahanan dan siber Israel, dan di dalamnya, terdapat kantor Microsoft.
Serangan tersebut menyebabkan kobaran api dan kerusakan besar, termasuk terhadap fasilitas Microsoft serta infrastruktur sipil seperti stasiun kereta. Korps Garda Revolusi Iran secara terbuka mengeklaim bahwa serangan ini disengaja ditujukan pada Microsoft karena dianggap memiliki keterlibatan langsung dalam operasi militer Israel, khususnya melalui teknologi kecerdasan buatan dan layanan cloud.
Pernyataan ini mungkin terdengar mengejutkan. Namun, jika menilik laporan investigatif dari The Guardian, dugaan keterlibatan Microsoft dalam mendukung aktivitas militer Israel selama serangan di Gaza ternyata bukan teori semata.

Bocoran dokumen yang diperoleh The Guardian, +972 Magazine, dan Local Call menunjukkan bahwa militer Israel sangat bergantung pada layanan cloud dan AI dari Microsoft. Pasca serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, Microsoft dilaporkan memperdalam kemitraannya dengan Kementerian Pertahanan Israel, menyediakan dukungan teknis senilai lebih dari US$ 10 juta (sekitar Rp 155 miliar).









