Israel Rampas 18 Persen Wilayah Tepi Barat dalam Dua Tahun, Permukiman Ilegal Meluas

oleh -7 Dilihat
Masjid dibakar penjajah Israel di Tepi Barat. Foto/al jazeera

Dampak ekspansi itu tidak hanya berupa hilangnya tanah, tetapi juga menyusutnya ruang ekonomi masyarakat. Pembatasan aktivitas peternakan, pembangunan jalan khusus permukiman, serta penutupan akses ke kawasan pertanian turut menghambat mobilitas warga dan memutus keterhubungan antarkomunitas Palestina.

Penggerebekan di Salfit, Fasilitas Medis dan Kantor Lembaga Palestina Disasar

Di tengah perluasan permukiman tersebut, pasukan pendudukan Israel melancarkan operasi penggerebekan besar-besaran di Salfit sejak Rabu malam hingga Kamis pagi. Operasi itu menyasar sejumlah fasilitas medis, kantor lembaga resmi, dan rumah-rumah warga Palestina.

Quds News Network melaporkan, operasi tersebut berlangsung setelah seorang petugas keamanan di permukiman ilegal Ariel terluka akibat tertabrak kendaraan milik seorang warga Palestina pada Rabu sore.

Baca Juga  Golkar Indonesia Timur Tetapkan 15 Rekomendasi Strategi Pemilu 2029, Usulkan Penambahan Kursi DPR RI di Papua

Petugas keamanan itu dilaporkan sempat melepaskan tembakan ke arah kendaraan yang kemudian meninggalkan lokasi. Menyusul kejadian tersebut, pasukan Israel mengerahkan bala bantuan dan melakukan penyisiran di Salfit serta kawasan sekitarnya.

Dalam operasi itu, tentara Israel memasuki Rumah Sakit Yasser Arafat dan kantor pusat Bulan Sabit Merah Palestina. Mereka dilaporkan menyita rekaman kamera pengawas dari kantor Bulan Sabit Merah.

Di rumah sakit, pasukan Israel juga mengancam pihak administrasi dengan tembakan senjata api apabila tidak menyerahkan rekaman kamera pengawas yang diminta. Setelah sempat mundur ke pintu masuk rumah sakit, pasukan tersebut kembali memasuki fasilitas medis itu pada hari yang sama.

No More Posts Available.

No more pages to load.