Penggerebekan kemudian meluas ke kantor Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan. Di lokasi tersebut, pasukan Israel dilaporkan mengacak-acak ruangan, merobek foto dan dokumen, serta menginterogasi pegawai di tempat.
Di Rafat, wilayah di sebelah barat Salfit, tentara Israel juga menggeledah rumah-rumah warga dan melakukan kekerasan terhadap penduduk setempat.
Meski pasukan Israel telah ditarik dari Salfit pada Kamis pagi, pembatasan pergerakan warga masih diberlakukan. Tumpukan tanah menutup Jalan al-Matwi, sedangkan gerbang besi menutup pintu masuk di bagian utara kota.
Penutupan akses tersebut semakin menghambat aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas warga yang hendak keluar-masuk kota dan mengakses fasilitas maupun kebutuhan sehari-hari.
Pos Permukiman Baru Ancam Lahan Pertanian di Yasuf
Tekanan terhadap warga Palestina di kawasan Salfit juga meningkat setelah para pemukim ilegal Israel mulai mendirikan pos permukiman pastoral baru di Wadi Yasuf, sebelah timur Salfit, pada Kamis (15/10/2026). Pendirian pos tersebut dilakukan dengan memasang tenda dan karavan di kawasan yang berdekatan dengan lahan pertanian warga.
Kepala Dewan Desa Yasuf, Jumaa Abd al-Fattah, memperingatkan bahwa keberadaan pos baru itu secara langsung mengancam lahan pertanian dan mata pencaharian penduduk desa.









