Itu terjadi pula sekarang. Sebutkan siapa saja pejabat negara yang tidak berkait satu sama lain dalam hubungan darah?
Dan kemudian, kita bertemu dengan KPK. Lembaga yang dulu ditakuti dan dihormati sekarang nyaris tanpa wibawa. Ia tidak lagi ditakuti. Bahkan di daerah-daerah, beberapa kali saya dengar kelakar dari pejabat-pejabat bahwa sekarang KPK pun bisa diakali.
Untuk saya, the ancien regime is back. It’s back faster and shamelessly greedier (rejim lama sudah kembali, dan ia kembali lebih cepat dan tanpa tau malu makin tamak).
Saya melihat apa yang dilakukan ketua KPK ini tidak berdiri sendiri. Ia adalah simptom dari kerusakan sistem politik kita. Kerusakan itu dari atas ke bawah. Tidak akan seorang ketua KPK berani melakukan ini kalau ia tidak melihat ke atas dan samping.
Dan kita bisa berharap bahwa para penguasa di tingkat lebih bawah pun menangkap sinyal ini. Mereka pun akan melakukannya.
Mengapa ini terjadi? Jawabannya sederhana. Masih ingat gerakan #Reformasidikorupsi? Gerakan ini sedemikian besar sehingga melahirkan janji akan dikeluarkannya Perppu yang akan mengembalikan UU KPK ke kondisinya sebelum diobrak-abrik para elit? Keluarkah Perppu itu?
Ketika janji hanya berhenti pada janji itu, sinyal dikirimkan ke segala penjuru: keadaan kembali normal seperti dulu. Itu sinyal tanda “silahkan menjarah.”









