4. Semua keinginanmu tidak lantas terwujud lewat ‘drama’ tersakiti
Satu hal yang pasti, saat perilaku yang memperlihatkan kalau dirimu yang paling tersakiti sudah dicap sebagai drama murahan, orang akan mulai tidak nyaman dengan keberadaan dirimu. Respons yang sebenarnya diharapkan, seperti perhatian, kepedulian, dan dukungan, tidak akan bisa kamu dapatkan.
Orang lain seolah sudah melihat motif yang melatarbelakangi sikapmu dan memilih acuh pada keinginanmu. Pada akhirnya, kamu hanya akan merasa lelah karena sibuk menunjukkan luka dan rasa sakitmu, tapi keinginanmu tidak akan pernah bisa kamu dapatkan sama sekali.
5. Kamu hanya akan dicap sebagai drama queen, duh!
Ujungnya, kamu hanya akan diberi label sebagai drama queen sejati saking seringnya mendramatisir rasa sakit yang mengeksploitasi lukamu sendiri di hadapan orang lain.
Tidak ada orang yang bakal menyukai sosok drama queen di kehidupan nyata. Mereka hanya akan bertepuk tangan melihat kemampuan akting yang kamu suguhkan tanpa mau meresponsnya.
Parahnya lagi, orang akan mulai menjauh darimu dan enggan bergaul terlalu dekat serta terlibat dalam skenario yang kamu ciptakan.
Bahkan saat kamu benar-benar menderita dan merasakan sakit luar biasa, orang akan tampak santai dan biasa saja karena sudah terbiasa menonton ‘drama’ hidupmu.









