“Masjid dan musala tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pelayanan umat. Di tempat inilah para pemudik dapat beristirahat, melaksanakan ibadah, sekaligus merasakan suasana kebersamaan dan kepedulian,” katanya.
Di Provinsi Maluku sendiri, lanjut Yamin, terdapat sekitar 11 masjid yang berlokasi di sekitar kawasan pelabuhan dan telah dikoordinasikan untuk menjadi titik layanan bagi pemudik selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Masjid dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat, ibadah, bahkan buka puasa bagi para musafir. Fasilitas yang ada di masjid diharapkan dapat membantu saudara-saudara kita yang sedang dalam perjalanan,” ungkapnya.
Tersebar di 11 Titik di Maluku
Sementara itu, Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Maluku, H. M. Yasir Rumadaul, S.Ag., M.Pd.I., dalam laporannya menyampaikan bahwa rumah ibadah yang ditetapkan dalam program ini tersebar pada 11 titik di Maluku.
Lokasi tersebut antara lain Masjid As Syifa Kota Ambon, Masjid Al Kautsar Maluku Tengah, Masjid Arrahman Souhoku Maluku Tengah, Masjid Jami Hatui Wahai Maluku Tengah, Masjid Nurul Falah Gemba Kabupaten Seram Bagian Barat, Musala At Taqwa Pelabuhan Waipirit Kabupaten Seram Bagian Barat, Musala Pelabuhan Sesar Kabupaten Seram Bagian Timur, Masjid Ondor Gorom Kabupaten Seram Bagian Timur, Musala Abdul Rajak Pelabuhan Geser Kabupaten Seram Bagian Timur, Masjid Nurul Jadid Pelabuhan Namlea Kabupaten Buru, serta Masjid Agung Al-Hurriyah 45 Kota Tual.









