34 Kejadian Kebakaran dalam Tiga Pekan
Bodewin mengungkapkan, frekuensi kejadian kebakaran di Kota Ambon selama periode kemarau kali ini terbilang tinggi. Berdasarkan data yang disampaikannya, tercatat 34 kejadian kebakaran di sejumlah titik sejak 21 September hingga 10 Oktober 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kota, mengingat kebakaran yang terjadi di tengah kemarau berkepanjangan berpotensi menimbulkan kerugian material sekaligus memperburuk dampak kabut asap.
“Frekuensi kejadian kebakaran di kota ini sangat luar biasa, terhitung dari 21 September sampai dengan 10 Oktober terdapat 34 kejadian di beberapa titik. Sehingga saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, mari kita masing-masing jaga lingkungan, tidak melakukan sesuatu yang merugikan banyak orang,” tegasnya.
Wali kota berharap masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk mencegah kebakaran dengan tidak membakar sampah sembarangan, tidak melakukan pembakaran di lahan terbuka, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan masing-masing.
Ia juga mengingatkan bahwa upaya penanganan kebakaran dan dampak kabut asap membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan kepedulian masyarakat.









