Kapal Tua hingga Toilet Kotor, Panca Karya Diminta Benahi Pelayanan Feri Hunimua–Waipirit

oleh -94 Dilihat
Keluhan terhadap pelayanan penyeberangan feri lintasan Hunimua–Waipirit kembali mencuat. Kali ini, sorotan pengguna jasa tidak hanya menyasar kebersihan fasilitas di atas kapal, tetapi juga menyentuh kondisi kapal yang dinilai sudah berusia tua.

Porostimur.com, Ambon – Keluhan terhadap pelayanan penyeberangan feri lintasan Hunimua–Waipirit kembali mencuat. Kali ini, sorotan pengguna jasa tidak hanya menyasar kebersihan fasilitas di atas kapal, tetapi juga menyentuh kondisi kapal yang dinilai sudah berusia tua.

Lintasan yang menghubungkan Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tersebut merupakan salah satu jalur transportasi laut penting bagi masyarakat Maluku. Setiap hari, kapal feri melayani pergerakan penumpang, kendaraan hingga distribusi barang dan kebutuhan masyarakat antara Pulau Ambon dan Pulau Seram.

Namun, di tengah peran strategis tersebut, kondisi pelayanan di atas kapal kembali menuai keluhan.

Sejumlah foto yang diterima Porostimur.com memperlihatkan kondisi fasilitas kapal feri, khususnya Tanjung Kuako milik PD Panca Karya, yang tampak kurang terawat.

Tempat sampah terlihat dalam kondisi kotor. Sejumlah kantong sampah bahkan tampak diletakkan di sekitar tempat pembuangan hingga berserakan di lantai.

Baca Juga  HUT ke-12 Perindo, DPD Kota Tual Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kantor Baru

Kondisi toilet juga menjadi perhatian. Bagian dinding dan lantai terlihat memiliki noda serta bekas lembap. Pengguna jasa juga mengeluhkan kondisi air yang tersedia di fasilitas toilet.

Keluhan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana standar pelayanan dan pengawasan kebersihan diterapkan pada kapal-kapal yang melayani lintasan Hunimua–Waipirit.

No More Posts Available.

No more pages to load.