Karyawan Serukan Anti-Perang di Siaran Berita TV Pemerintah Rusia

oleh -26 views
Link Banner

Porostimur.com, Moscow – Seorang pengunjuk rasa  menginterupsi salah satu acara berita utama televisi pemerintah Rusia pada Senin (14/3) malam waktu setempat. Pengunjuk rasa itu tiba-tiba muncul di balik pembawa acara sambil membawa poster menghentikan perang dengan Ukraina. 

No War. Hentikan perang. Jangan percaya propaganda yang mereka sampaikan kebohongan di sini,” bunyi poster tersebut.

“Rusia menentang perang,” baris terakhir poster tersebut dalam bahasa Inggris.

Tak lama setelah itu, saluran tersebut terlihat segera beralih ke rekaman rumah sakit.

“Sebuah insiden terjadi dengan seorang wanita asing masuk layar. Pemeriksaan internal sedang dilakukan,” kata Channel One kepada kantor berita negara TASS seperti dilansir AFP, Senin (14/3). 

Seperti diberitakan CNN pada Senin (14/3), pengunjuk rasa tersebut merupakan karyawan saluran televisi tersebut. Hal itu berdasarkan OVD-Info, kelompok pemantau hak asasi manusia independen.

Baca Juga  Kamala Harris: Kita Menyaksikan Keberanian dan Keteguhan Sebuah Bangsa

Lewat saluran Telegramnya, OVD-Info melaporkan karyawan tersebut adalah Maria Ovsyannikova. Teman Ovsyannikova memberi tahu OVD-Info bahwa dia saat ini berada di Departemen Kepolisian Ostankino di Moskow.

CNN tidak dapat memverifikasi secara independen wanita yang terlihat mengganggu siaran berita adalah Ovsyannikova.

Namun, berdasarkan foto di profil media sosial yang mencantumkan namanya cocok dengan wanita yang terlihat di layar.

Kantor berita negara Rusia TASS mengonfirmasi pelaporan OVD-Info, mengutip sebuah sumber, dan menambahkan bahwa Ovsyannikova dapat menghadapi tuntutan.

OVD-Info juga memperoleh video yang konon dibuat oleh Ovsyannikova sebelum dia menyela siaran berita tersebut.

“Apa yang terjadi sekarang di Ukraina adalah kejahatan, dan Rusia adalah negara agresor, dan tanggung jawab atas agresi ini terletak pada hati nurani satu orang, Vladimir Putin,” kata Ovsyannikova dalam video itu.

Baca Juga  Nono Sampono Ajak Semua Pihak Bersatu Menangani Pandemi Covid-19

Ia juga mengatakan ayahnya adalah orang Ukraina, dan ibunya orang Rusia.

“Sayangnya, selama beberapa tahun terakhir, saya telah bekerja di Channel One dan melakukan propaganda Kremlin, dan sekarang saya sangat malu karenanya,” katanya.

“Sayang sekali saya membiarkan berbicara kebohongan dari layar TV, malu karena saya membiarkan orang-orang Rusia menjadi zombie.”

“Kami adalah orang Rusia, berpikir dan cerdas, dan kami hanya memiliki kekuatan untuk menghentikan semua kegilaan ini,” katanya. “Pergi ke rapat umum dan jangan takut! Mereka tidak bisa mencangkokkan kita semua!”

Video tersebut langsung viral setelah tayang. Video itu juga sempat diunggah dalam bentuk live feed. Namun, live feed tersebut langsung dihapus beberapa menit kemudian.

Baca Juga  Celoteh tentang Rumus Berita

(red/cnn-indonesia)