Kasus Khalid bin Walid: Ketika Sebagian Muslimin Menganggap Umar bin Khattab Berlebihan

oleh -11 views

Sikap keras Khalifah Umar bin Khattab terhadap Khalid bin Walid yang memecatnya serta menyita sebagian hartanya dianggap sebagian kaum muslimin Madinah berlebihan. Hal ini dikisahkan Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul “Al-Faruq Umar” yang diterjemahkan Ali Audah menjadi “Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu” (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000).

Kasus ini dipicu tindakan Khalid bin Walid memberi hadiah Al-Asy’as bin Qais sebesar 10.000 dirham. Lantaran kasus itu juga, Panglima Perang Muslim, Abu Ubaidah bin Jarrah, telah memecat Khalid bin Walid sebagai komandan batalion di Kinnasrin, Suriah, atas perintah Khalifah Umar bin Khattab.

Baca Juga  7 Cara Menghindari Friendzone Sebelum Terlambat!

Sebelumnya, Umar bin Khattab telah menurunkan jabatan Khalid bin Walid di militer dari panglima perang tertinggi menjadi komandan batalion. Kedudukannya digantikan Abu Ubaidah bin Jarrah. Sejak pemecatan terakhir, Khalid tak lagi menjabat apa-apa.

Khalid kembali ke Madinah meninggalkan Suriah menghadap Khalifah Umar. Pada saat ini Umar menaksir barang-barang Khalid senilai 80.000dirham, disisakan buat dia 60.000 sedangkan yang 20.000 diambilnya dan dimasukkan ke dalam baitulmal.

Ada beberapa orang yang membicarakan soal Khalid bin Walid ini kepada Umar bin Khattab serta tindakan Umar terhadapnya. Mereka berpendapat bahwa sikapnya itu dinilai terlalu keras. Khalid pantas mendapat kehormatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.