Dengan izin Allah SWT, tiba-tiba keluar unta besar dan hamil dari bongkahan batu besar sesuai deskripsi kaum Tsamud. Mukjizat itu disaksikan banyak orang hingga sebagian dari mereka memutuskan untuk beriman.
Meski demikian, kebanyakan dari kaum Tsamud tetap memilih untuk menyembah berhala. Padahal, Nabi Saleh AS telah mengabulkan permintaan mereka lewat doanya kepada Allah SWT.
Mengetahui kaumnya tetap banyak yang tidak ingin beriman, sang nabi lalu memperingati mereka terakhir kalinya. Allah SWT berfirman dalam surah Hud ayat 65,
فَعَقَرُوْهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوْا فِيْ دَارِكُمْ ثَلٰثَةَ اَيَّامٍ ۗذٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوْبٍ
Artinya: “Mereka lalu menyembelih unta itu. Maka, dia (Saleh) berkata, “Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.”
Allah SWT memberi azab kepada kaum Tsamud yang tidak ingin kembali ke ajaran tauhid. Sebelum azab ditimpakan, Sang Khalik meminta Nabi Saleh AS dan pengikutnya yang beriman meninggalkan kampung tersebut.
Kaum Tsamud yang tidak beriman mendapat azab pedih berupa guntur yang menggelegar hingga menyebabkan kematian. Mereka yang ingkar mati bergelimpangan di rumahnya.
Wallahu a’lam.
Sumber: detikhikmah









