Porostimur.com, Yerusalem – Ketegangan meningkat di perairan Timur Tengah setelah ratusan aktivis kemanusiaan dari armada Global Sumud Flotilla (GSF) ditangkap oleh pasukan angkatan laut Israel. Di antara mereka terdapat aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, yang dikabarkan mengalami kekerasan fisik saat proses penangkapan.
Laporan yang dikutip dari News18 dan kantor berita Anadolu menyebut bahwa Greta menjadi sasaran tindakan kasar dari tentara Israel setelah kapal yang ditumpanginya dibajak di perairan internasional.
“Greta Diseret dan Dipaksa Cium Bendera Israel”
Salah satu aktivis yang ikut dalam armada tersebut, Ersin Çelik, menuturkan secara detail peristiwa yang ia saksikan.
“Pasukan Israel menyeret Greta dengan menjambak rambutnya di depan mata kami, memukulinya, dan memaksanya mencium bendera Israel. Mereka melakukan segala cara yang bisa dibayangkan sebagai peringatan bagi orang lain,” ujarnya, dikutip Anadolu, Senin (6/10/2025).
Selain Greta, dua aktivis lain, Hazwani Helmi asal Malaysia dan Windfield Beaver dari Amerika Serikat, juga mengaku menjadi korban kekerasan. “Mereka memperlakukan kami seperti binatang,” kata Hazwani.
Sementara Beaver menambahkan, “Greta diperlakukan dengan sangat buruk dan dijadikan alat propaganda. Ia bahkan didorong ke sebuah ruangan ketika Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, datang.”









