Ketajaman Mata Hati Sang Kolano

oleh -1 Dilihat

Oleh: Moksen Sirfefa, Peminat Sejarah dan Peradaban.

HARI ini kaum Kristiani di Papua memperingati 167 Tahun Hari Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua. Hari dimana pada tanggal 5 Februari 1855, dua orang misionaris Jerman, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler menginjakkan kaki di pulau Mansinam. Pulau berpasir putih di depan kota Manokwari saat ini.

Mansinam di Teluk Doreh New Guinea saat itu merupakan wilayah administrasi Afdeling (Residensi) Ternate, tetapi secara kultural adalah wilayah tradisional Kesultanan Tidore.

Dalam percakapan pribadi antara Residen Ternate dengan Sultan Tidore, Kolano Ahmadul Mansur (1821-1857) perihal ijin masuk (entry permit) Ottow dan Geissler ke New Guinea, Residen Ternate mengatakan kepada Kolano Tidore bahwa kedua orang asing itu adalah para naturalis yang ingin meneliti di New Guinea.

Dengan senyum tipis, Kolano Ahmadul Mansur mengatakan kepada Residen Ternate dengan kalimat pendek, “kebohongan demi kebaikan, mereka itu penginjil,” maka pas masuk New Guinea pun diberikan kepada kedua misionaris itu, disertai dengan pengawalan dan perbekalan yang diperlukan dalam perjalanan.
Makna apa yang dapat kita petik dari ucapan pendek Sang Sultan di atas?

No More Posts Available.

No more pages to load.