Abu Thalhah al-Anshari lahir di Madinah pada 585 dan wafat di Madinah pada 654. Dia adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan keteguhan iman dan ketulusannya. Ia merupakan salah satu tokoh Anshar yang sangat berperan dalam perkembangan Islam di Madinah.
Rasulullah SAW menjadikannya sebagai sahabat dekat sekaligus pengawal karena sifat-sifat terpuji yang ia miliki. Keberanian, ketegasan, dan kesetiaannya membuat Abu Thalhah dihormati oleh para sahabat lain, serta menjadi teladan bagi generasi setelahnya.
Salah satu kisah paling masyhur dari diri Abu Thalhah adalah kedermawanannya yang luar biasa. Meskipun bergelimang harta dan memiliki kebun terbaik di Madinah, ia dengan lapang hati mewakafkan kebun kesayangannya, Bairuha’, setelah turun ayat tentang sedekah.
Tindakan itu menunjukkan besarnya kesungguhan Abu Thalhah dalam mempraktikkan ajaran Islam, bukan sekadar ucapan tetapi tindakan nyata. Selain menjadi veteran Perang Badar, ia juga dikenal sebagai sosok yang tekun berpuasa dan selalu menomorsatukan akhirat daripada dunia.
Dikisahkan dalam buku 365 Kisah Pengantar Tidur Islami oleh Erna Fitrini, Abu Thalhah al-Anshari dikenal sebagai salah satu sahabat Rasulullah yang paling dermawan dan berhati lembut. Ia adalah orang kaya di Madinah yang memiliki banyak kebun kurma sebagai sumber kekayaannya.









