يَعْمَلُونَ لَهُۥ مَا يَشَآءُ مِن مَّحَٰرِيبَ وَتَمَٰثِيلَ وَجِفَانٍ كَٱلْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَّاسِيَٰتٍ ۚ ٱعْمَلُوٓا۟ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِىَ ٱلشَّكُورُ
Artinya: “Mereka (para jin) selalu bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan kehendaknya. Di antaranya (membuat) gedung-gedung tinggi, patung-patung, piring-piring (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur. Sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang banyak bersyukur.” (QS Saba: 13)
Dikisahkan, kerajaan yang megah dan luas itu tidak membuat Nabi Sulaiman AS sombong. Sebaliknya, beliau justru tetap menunjukkan sikap berserah diri dan rendah diri terhadap Allah SWT. Ia menyadari seluruh kekayaan yang dimilikinya tak ada apa-apanya di hadapan Sang Khalik.
Nabi Sulaiman AS juga menggunakan seluruh hartanya untuk menegakkan kebaikan. Karenanya, dia sering sujud kepada Allah SWT sebagaimana ayahnya yang selalu bertasbih memuji-Nya.
Wallahu a’lam.
sumber: detikhikmah









