Di sisi lain, Koedoeboen juga menilai komunikasi Kapolda Maluku buruk. Padahal, selama ini komunikasi yang dibangun dengan pihak Polda Maluku baik-baik saja, namun setelah beberapa kali menghubungi, malah tidak digubris.
Padahal menurut dia, tujuan membangun komunikasi dalam rangka menjaga stabilitas keamanan Maluku, sebelum Pilkada serentak dan Pilpres di 2024.
” Kami datang langsung ke Polda Maluku, beliau tidak berkenan bertemu kami. Saya kira, ini adalah bentuk komunikasi publik yang tidak etis dan kurang bagus,” tukas Jamaluddin.
Menurutnya, sebagai pimpinan institusi polisi yang menjadi pengayom kepada masyarakat, Kapolda harus bisa mampu membangun komunikasi yang baik, dengan berbagai pihak bukan hanya dengan kami tapi juga dengan pihak-pihak lain dan itu tidak kami temukan sejauh ini.
Sebagai salah satu pimpinan ormas kedaerahan, lanjut Koedoboen, pihaknya memiliki informasi yang cukup terkait dengan kondisi keamanan daerah. Sebetulnya, diskusi kita itu lebih banyak mau diarahkan kesana untuk mencari solusi dan langkah-langkah antisipasi, sehingga Maluku ini tetap berada pada iklim yang kondusif.
Koedoboen beranggapan, Kapolda sekarang berbeda sekali dengan para Kapolda sebelumnya, yang selalu membangun komunikasi yang baik dan hangat. (Tim)









