Lagi, sosok mayat bayi ditemukan di Kota Ambon

oleh -57 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Sosok mayat bayi kembali ditemukan di lokasi pembuangan sampah, di Gunung Malintang, Desa Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (18/8), sekitar pukul 12.00 Wit.

Informasi yang berhasil dihimpun dari tubuh Kepolisian Daerah (Polda) Maluku, menyebutkan sosok mayat bayi ini pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang berprofesi sebagai pemulung, Amin Serawak alias Amin (26).

Saat sedang menunaikan aktivitasnya, Amin menemukan tas ransel bertuliskan ”Bela Negara”.

Link Banner

Naluri ingin tahu pun mengundangnya membuka tas dimaksud yang berisikan tas plastik berwarna merah.

Dan saat membuka tas coklat inilah Amin melihat kepala manusia di dalamnya.

Sontak saja Amin segera memberitahukan penemuannya itu kepada orang tuanya, Umar dan Ani Siahaya.

Mendengar cerita Amin, keduanya menyuruh Amin kembali dan mengangkat tas dimaksud dengan menggunakan sebuah gantungan pakaian (hanger).

Baca Juga  Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!) di Maluku-Malut Belum Maksimal

Keterangan Main ini dibenarkan Umar Fagih alias Umar yang berprofesi sebagai penjual bensin eceran.

Saat sedang menjual bensin sambil duduk, akunya, ia didatangi Amin dengan pemberitahuan akan adanya penemuan mayat bayi dalam tas ransel tadi.

Dihimbaunya Amin untuk segera mengangkat tas dimaksud, dengan maksud mencegah sosok mayat bayi  tadi disantap oleh hewan liar yang sering mencari makanan di sekitar lokasi pembuangan sampah.

Dalam kurun waktu 5 menit kemudian, salah satu anggota anggota Dit.Pam.Ovit Polda Maluku, Brigpol S. Moni, melintas di TKP.

Melihat ada anggota Polri yang melintasi TKP, Umar pun memberitahukan perihal penemuan mayat bayi dimaksud.

Sekitar pukul 13.00 Wit Piket Buser tiba di TKP langsung mengamankan saksi dan TKP.

Baca Juga  Pemkot Bitung dan Bawaslu Kota Bitung Tandatangani Berkas NPHD

Pengamanan ini dilakukan hingga Piket SPKT bersama Piket Iden tiba di TKP dan membawa korban ke RS Bhayangkara Tantui Ambon, serta Unit Iden melakukan olah TKP. (keket)