Making Indonesia Great Again

oleh -16 Dilihat

Sementara IKN tidak bermakna apa-apa kecuali gelora ketololan orang yang ingin menjadi abadi sebagaimana para fir’aun membangun piramida. Berikut legacy lain Mulyono. Beberapa hari lalu, seorang pemuda songong berkeliaran di ruang publik mengenakan rompi bertuliskan “Anak Mulyono”. Pemuda itu secara biologis dan ideologis memang anak Mulyono.

Dus, dia jujur. Tapi di balik kejujuran yang diniatkan untuk mengolok-olok publik, sesungguhnya – tanpa izin generasinya — ia mendeklarasikan dekadensi moralitas dan rasionalitas generasi milenial. Generasi yang diharapkan dapat menghela bangsa yang selalu dikalahkan oleh pemimpinnya ke cakrawala baru yang bersesuaian dengan tuntutan zaman yang dinamis dan volatile.

“Anak Mulyono” adalah antitesa dari sikap tawadhu anak presiden-presiden sebelumnya. Ketika ayah mereka dicerca publik, mereka menepi untuk membiarkan gelombang amukan bekerja sesuai hukum sosial. Mereka menyadari ada yang mengagumkan dari ayah mereka, tapi yang melenceng pun diakui. Dengan begitu, ada hikmah yang bisa diambil sebagai pelajaran untuk mendewasakan bangsa ini. Tidak mudah, tapi harus ditelan untuk menyembuhkan jiwa yang luka.

Baca Juga  Tiga Pekan Hilang Melaut, Nelayan Morotai Ditemukan Kapal China

“Anak Mulyono” mengambil jalan memberontak terhadap publik sebagai manifestasi ideologi yang ditanamkan ayahnya: the king can do no wrong! Dan bahwa keberhasilan seorang pemimpin bukan diukur dari kapasitasnya menjayakan negara, melainkan kemampuan menghadirkan ancaman terhadap lawan sebagaimana diajarkan Niccolo Machiavelli.

No More Posts Available.

No more pages to load.