Matematika Euro 2020

oleh -110 views
Link Banner

Oleh: Asghar Saleh, Politisi dan Pengamat Sepakbola

Kehidupan selalu berkelindan dengan deretan angka. Darinya kita terbiasa menambah, mengurangi, men-kalikan atau membagi sesuatu. Sederhana namun memikat. Karena diujung setiap usaha matematika itu – yang bersumber dari bahasa Yunani, “mathema” yang berarti pembelajaran – kita akan mendapatkan kepastian. Bukan sekedar perkiraan. Tetapi ada sesuatu yang jadi pegangan. Untuk berhenti atau melanjutkan.

Sepakbola termasuk yang matematika itu. Meski jamak beredar metafor “sepakbola bukanlah matematika” karena hasil tidaklah menghianati proses, segala kemungkinan bisa terjadi sebelum peluit dimulakan atau diakhiri. Selama pertandingan, catatan head to head, statistik pemain, rekor gol dan hitung-hitungan lainnya bisa saja tepat atau salah dalam mempengaruhi hasil akhir. Tokh, deretan angka yang lahir dari pertandingan-pertandingan itu tetap digunakan untuk menambah, mengurangi atau membagi sebuah peluang. Matematika hadir untuk memastikan. Ibarat pedang damocles. Memisahkan yang bertahan atau tersingkir.

Dengan matematika pula, kita akan menghitung peluang dan langkah selanjutnya dari 16 negara yang akan bertarung dalam babak perdelapan final Euro 2020 yang bergeser ke tahun 2021 karena terjebak pandemi coronavirus. Setelah dua pertandingan berlalu, banyak kejutan yang terjadi. Beberapa negara yang dijagokan malah tersendat langkahnya. Tak mulus di fase grup. Dampaknya akan terlihat pada babak selanjutnya. Padahal dalam pembagian grup yang berjumlah enam itu, otoritas sepakbola Eropa telah membuat daftar tim unggulan yang ditempatkan di setiap grup. Menghindari final “kepagian”. Memberikan “kemudahan”. Aturan itu berlaku hingga babak perdelapan final. Pengecualian “kemudahan” itu ada pada grup F yang dihuni dua tim juara Dunia – Jerman dan Perancis – serta juara bertahan Piala Eropa, Portugal dan tim dengan sejarah hebat masa lalu, Hungaria. Ini grup neraka.

Di grup A, Italia hampir pasti keluar sebagai juara grup. Rekor tim asuhan Roberto Mancini ini sangat apik. Dua kali menang. Mencetak enam gol dan gawang Donnaruma masih clean sheat. Partai terakhir nanti melawan Wales akan jadi malam inagurasi sebagai juara grup. Melihat statistik dan aksi Manuel Locatelli dkk, agak sulit bagi Wales untuk mengalahkan Italia. Menang mempermudah langkah Italia. Hasil seri adalah opsi rasional dan akan membuat kedua tim lolos. Sebagai juara grup, Italia akan bertemu runner up grup C. Menghindari pertemuan dengan Belanda yang sudah pasti jadi juara grup C. Italia pasti akan bertemu dengan Ukraina atau Austria. Kedua tim ini akan berebut posisi runner up grup. Jika hasil pertandingan terakhir grup antara Ukraina vs Austria berakhir seri. Kedua tim akan lolos ke babak selanjutnya dengan posisi Ukraina tetap sebagai runner up di bawah Belanda.

Baca Juga  Kodim 1509/Labuha Lepas 67 Personil Bintara Remaja dan Tamtama Remaja Pindah Satuan

Dari grup B, Belgia yang berpeluang besar jadi juara grup akan bertemu peringkat ketiga dari grup A, E atau F. Jika menang lawan Turki, Swiss (nilai 4) bisa jadi peringkat tiga terbaik tetapi tetap tergantung hasil di grup lain. Jika Swiss gagal maka opsi kedua lawan Belgia nanti adalah peringkat tiga grup E yang sejauh ini jadi grup dengan peluang lolos dimiliki semua negara. Pertandingan terakhir grup akan menentukan jatah ke perdelapanfinal.

Jika tak ada urutan tiga terbaik dari grup E, lawan Belgia selanjutnya lebih “mengerikan” karena baik Perancis, Jerman dan Portugal masih memiliki opsi yang sama untuk lolos. Runner up grup B akan bersua runner up grup A. Secara matematis, Wales berpeluang berjumpa Rusia yang harus memenangkan pertandingan terakhir melawan Denmark. Jika seri, posisi runner up tetapi jadi milik Rusia jika partai Belgia vs Finlandia minimal berakhir seri. Finlandia juga berpeluang lolos sebagai tim peringkat tiga terbaik (nilai 4) jika mampu menahan seri Romelu Lukaku dkk.

Posisi Belanda yang jadi juara grup C akan menunggu lawan dari peringkat tiga grup D, E atau F. Opsinya terbuka antara Ceko, Inggris, Kroasia dan Skotlandia. Untuk posisi runner up grup C yang diperebutkan oleh Ukraina vs Austria, pemenangnya akan bertemu Italia. Peringkat ketiga grup ini akan bertemu juara grup E atau F.
Grup D adalah salah satu grup yang hasilnya “rumit” gegara Inggris sebagai unggulan gagal bersinar. Harry Kane dkk ada di posisi runner up dan di pertandingan terakhir akan berjumpa pimpinan klasemen sementara, Ceko. Top skor sementara Euro 2020, Patrik Schick dkk berambisi juara grup dengan memaksa Inggris bermain seri.

Baca Juga  Donci For Mama

Jika juara grup. Ceko akan ketemu Perancis, Jerman atau Portugal yang masih memiliki peluang lolos sebagai runner up grup F. Posisi dilematis ada pada Inggris. Jika menang lawan Ceko, maka akan ada big match di babak perdelapanfinal Euro kali ini. Inggris juga akan bertemu Perancis, Jerman atau Portugal. Kalah dari Ceko berarti peluang Inggris lolos ke babak selanjutnya tergantung hasil pertandingan antara Kroasia vs Skotlandia yang sama sama masih berpeluang lolos sebagai runner up grup jika salah satunya menang.

Nasib Spanyol mirip Inggris. Ditempatkan sebagai unggulan pertama, La Furia Roja gagal berkembang. Dua pertandingan berakhir seri. Spanyol terancam pulang lebih dulu jika gagal menang dalam partai terakhir melawan runner up sementara, Slowakia. Slowakia hanya butuh seri untuk memastikan lolos sebagai runner up grup atau dengan opsi juara grup jika Swedia kalah di partai terakhir melawan Polandia. Jika jadi runner up grup, Slowakia akan bertemu runner up grup D. Swedia jika menang atas Polandia akan jadi juara grup dan bertemu urutan tiga terbaik dari grup A, C dan D. Sangat mungkin melawan Austria. Grup E berpotensi tidak mewakilkan tim peringkat tiga terbaik.

Di grup terakhir, F – pertandingan terakhir jadi penentuan peringkat grup. Portugal dan Perancis akan “saling bunuh” jika ingin jadi juara grup. Hasil seri memberi opsi kelolosan bagi Perancis. Portugal juga berpeluang lolos dengan nilai 4. Tetapi jika Cristiano Ronaldo kalah, peluang untuk pulang kampung jadi besar bagi juara bertahan ini. Jerman akan melawan Hungaria. Bukan laga mudah bagi Kai Havertz dkk karena Hungaria juga masih berpeluang lolos jika mengalahkan Jerman. Meski begitu, peluang Jerman lolos lebih besar karena cukup dengan hasil seri. Jerman pastinya akan mengincar kemenangan untuk jadi juara grup dan mendapat lawan relative mudah dari tim peringkat ketiga grup A, B atau C. Runner up grup F akan melawan juara grup D.

Baca Juga  Gamer Asal Korea Berhasil Tembus 10K MMR di Game Dota Underlords

Sama seperti Euro 2016, UEFA telah menetapkan juara dan runner up setiap grup akan lolos ke babak selanjutnya. 12 tim dari enam grup itu akan ditambah empat tim dari peringkat tiga terbaik setiap grup. Penentuan peringkat tiga terbaik menggunakan rumus matematika. Ada syarat untuk menghitungnya. Pertama ; tim dengan nilai tertinggi akan lolos. Ke-Dua ; tim dengan selisih gol yang lebih baik akan lolos. Ke-Tiga ; tim dengan produktifitas gol yang banyak akan lolos. Ke-Empat ; menilai sportivitas tim dengan ukuran jumlah pelanggaran yang berbuah kartu serta, Ke-Lima ; melihat peringkat setiap negara.

Jika rumus itu dipakai, peluang peringkat tiga terbaik akan ada di grup B, C dan F. Di grup B, Finlandia dan Rusia memiliki peluang yang sama. Grup C menyisakan duel antara Ukraina dan Austria. Dan di grup F, posisi Perancis, Jerman dan Portugal untuk mengisi slot peringkat tiga terbaik juga sama besarnya. Jatah terakhir peringkat tiga terbaik ada di grup D jika duel hidup mati antara Kroasia dan Skotlandia berakhir dengan kemenangan salah satunya. Peluang Swiss di grup A juga terbuka jika mampu mengalahkan Turki. Untuk grup E, peluang Spanyol hanya ada jika mampu mengalahkan Slowakia di partai terakhir. Begitu juga dengan Polandia yang wajib mengalahkan Swedia jika ingin lolos.

Dengan berbagai hitungan di atas, prediksi laga perdelapanfinal Euro 2020 kali ini akan menyisakan delapan laga untuk berebut tiket ke perempatfinal.

Wales vs Rusia
Italia vs Ukraina
Belanda vs Skotlandia
Belgia vs Swiss/Portugal
Ceko vs Slowakia
Inggris vs Perancis
Jerman vs Finlandia
Swedia vs Austria

Prediksi seperti ini bukan presisi. Bisa saja salah karena matematika adalah lorong enigma yang penuh jebakan. Albert Einstein menegasi teka teki itu dengan pernyataan berlubang ; “Sejauh hukum-hukum matematika merujuk pada kenyataan, mereka tidaklah pasti. Dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk pada kenyataan”. (*)