Sekarang, bola ada di tangan Prabowo Subianto. Jika ia benar-benar ingin menjadikan hukum sebagai panglima, maka ia harus berani menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Jika tidak, Prabowo hanya akan dianggap sebagai presiden boneka yang dikendalikan oleh Jokowi dan oligarki. Ini adalah ujian kepemimpinan bagi Prabowo: apakah ia berani mengadili Jokowi dan mengembalikan marwah hukum, atau justru tunduk pada bayang-bayang kekuasaan lama?
Kita tahu bahwa jasa Jokowi sangat besar terhadap kemenangan Prabowo dalam pilpres 2024, namun kita berharap sebesar apapun itu jasa Jokowi terhadap Prabowo, hal itu merupakan urusan privat, pelanggaran konstitusi adalah urusan publik dan negara. Sehingga kita berharap Prabowo sebagai seorang presiden dan negarawan bisa memilah antara kepentingan pribadi dan kepentingan negara. Pelanggaran konstitusi yang dilakukan oleh Jokowi adalah persoalan negara dan publik, sehingga keberanian Prabowo menjadikan hukum sebagai panglima dan negara lebih utama dibanding kepentingan pribadi. Kita yakin Prabowo pasti bisa.
Kita bisa memaafkan Jokowi sebagai pribadi, tapi sebagai negara hukum, ia tetap harus mempertanggungjawabkan segala pelanggarannya. Sebab, kalau tidak, demokrasi kita hanya akan menjadi lelucon, dan rakyat akan terus menjadi korban dari ambisi segelintir orang yang mempermainkan kekuasaan demi kepentingan pribadi.







