Menteri KKP Dukung Malra Jadi Seaweed Estate

oleh -27 views
Link Banner

Porostimur.com – Langgur: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menjadi kawasan industri lumput laut terintegrasi (seaweed estate).

Dukungan tersebut disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, Rabu (6/10/2021) kemarin.

“Ide Pak Bupati ini saya dukung penuh, Maluku Tenggara kedepan bisa jadi kawasan industri rumput laut terintegrasi, atau seaweed estate. Jadi kita bukan punya tambak terintegrasi saja nanti, rumput laut juga bisa,” kata Menteri Trenggono, dikutip, Kamis (7/10/2021).

Dijelaskannya, berdasarkan pemaparan yang disampaikan oleh Bupati M. Thaher Hanubun, rencana pengembangan Maluku Tenggara untuk menjadi seaweed estate akan dilakukan di lokasi dengan luas 3.000 hektare dari total luas potensi kawasan budidaya rumput laut yang ada yaitu 8.662,63 hektare.

Pada kesempatan itu pula, Menteri Trenggono mengingatkan kembali program penangkapan terukur yang sedang disiapkan dan akan segera diterapkan oleh KKP, khususnya di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 718.

Baca Juga  Pemkot Ambon Ambisi Capai Herd Immunity Oktober Nanti

“WPP 718 ini butuh dukungan seluruh pihak, agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat salah satunya melalui PNBP,” jelasnya.

Menteri Trenggono meminta dukungan Pemerintah Daerah untuk bersama-sama dapat mengawal dan memastikan penerapan program penangkapan terukur dapat berjalan dengan tepat.

“Saya mohon dukungan Pemda, nanti yang melaut di daerah Tual ini, hanya boleh fishing industry dan nelayan lokal Tual, artinya nelayan tradisional ber-KTP Tual, Ambon, Merauke dan sekitarnya. Kalau di luar daerah ini, kita akan tindak tegas,” tegasnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya dihadapan para Menteri tersebut, Bupati Hanubun mengungkapkan bahwa telah ada lima kawasan budidaya rumput laut yang telah berjalan, diantaranya Teluk Sathean, Teluk Loon Kelanit, Pulau-pulau Sepuluh dan sekitarnya, Teluk Hoat Sorbay, dan Pulau Kei Besar.

Baca Juga  Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan

Sejumlah manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat luas melalui pengembangan industri rumput laut ini, diantaranya peningkatan harga rumput laut kering, peningkatan penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan perkapita penduduk, hingga angka kemiskinan menurun.

“Kami mohon dukungan dari lintas sektor, baik dari KKP, Kementerian PUPR, Kementerian Investasi atau BKPM, Kementerian Perhubungan dan Pemkab Maluku Tenggara, agar target-target ini dapat tercapai,” ujar Bupati Hanubun.

Untuk diketahui, Tiga Menteri dalam Kabinet Indonesia Maju melakukan kunker ke kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual di hari yang sama yakni Selain Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Baca Juga  TNI Kecam Separatis Bentuk Tentara West Papua, dan Nayatakan Papua Diakui Dunia Bagian NKRI

Ikut dalam rombongan, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Direktur Jenderal PSDKP, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Staf Khusus dan Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.