Partai NasDem Berikan Bantuan untuk Korban Gempa Maluku

oleh -56 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Partai NasDem menalurkan bantuan kepada para pengungsi korban gempa di Kota Ambon, Maluku Tengah, dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

Bantuan dari partai pimpinan Surya Paloh itu diserahkan langsung Anggota DPR RI Fraksi NasDem Abdullah Tuasikal dan fungsionaris NasDem Maluku serta pengurus Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem Ambon, sejak Kamis (10/10).

Bantuan diserahkan kepada sejumlah posko pengungsian di wilayah Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) seperti Negeri Suli, Negeri Tulehu, Negeri Waai, dan Negeri Liang. Hingga hari ini, berbagai unsur NasDem masih mendistribusikan bantuan dan mengadvokasi kebutuhan para pengungsi.

Pada Sabtu (12/10), distribusi bantuan juga difokuskan di Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Kami mendistribusikan bantuan berupa sembako, karena kondisi perekonomian terganggu. Akses transportasi di lintas darat juga mengalami kemacetan, ada jembatan rusak, dan beberapa toko sembako tutup. Jadi ini menyangkut kebutuhan pokok. Kami memberikan bantuan berupa beras di tiga titik yang memang tidak bisa dijangkau, ke desa yang sangat membutuhkan bantuan di Kabupaten Seram Bagian Barat. Ada 50 zak beras 25 kilogram, dan 100 karton mi instan,” jelas Kamarudin Tubaka dari Akademi Bela Negara, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu, (12/10).

Baca Juga  Antisipasi Coronavirus, Pemkot Manado Alan Liburkan Sekolah

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Abdullah Tuasikal juga meminta agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat menangani korban secara baik pada masa pemulihan pasca gempa, termasuk warga yang trauma.

Warga yang berada di Kairatu, mengungsi hingga sejauh 40-50 kilometer ke wilayah dataran tinggi. “Dari data yang kami dapatkan dari Dinkes Seram Bagian Barat, sudah ada 4 korban jiwa, dan 27 luka-luka ringan,” tambah Kamarudin.

Kamarudin pun menambahkan, perlunya edukasi mitigasi bencana dari pemerintah daerah ke masyarakat. Selain itu, pemerintah perlu secara tegas mengabarkan bahawa gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami, sehingga tidak membuat kepanikan di tengah masyarakat.

“Sampai hari ini ada titik yang sudah ditentukan BMKG. Jadi persoalannya, BMKG atau pemerintah belum memberikan pendidikan terkait gempa. Ini seharusnya hal ynag mendasar yang dilakukan pemerintah. Mereka juga harus bisa menjelaskan ke publik, bahwa kondisi aman, tidak berdampak tsunami. Perlu adanya edukasi terkait penanggulangan.”pungkasnya.

Baca Juga  157 KK di Negeri Tumalehu Barat Terima BLT Tahap I

Pantauan porostimur.com di sejumlah lokasi pengungsian, berapa bantuan yang masih dibutuhkan oleh para pengungsi hingga saat ini, seperti sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK), alas tidak dan selimut.

Selain itu, juga dibutuhkan trauma healing untuk membantu anak-anak dari trauma pasca gempa (keket).