Pawai Obor Sambut Ramadan, Cahaya Tradisi Hidupkan Malam di Tidore Sangihe

oleh -30 Dilihat
Tradisi Obor menjelang ramadhan menjadi agenda Tahunan mempererat tali Silahturahmi. (Beritasatu.com/Jaya Takaliuang)

Porostimur.com, Sangihe — Malam belum sepenuhnya larut ketika cahaya-cahaya kecil mulai menyala di pesisir Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Satu per satu obor bambu dinyalakan, lalu bergerak beriringan membentuk barisan panjang yang perlahan menghidupkan malam.

Sabtu (14/2/2026), ratusan warga Muslim Kelurahan Tidore kembali menggelar pawai obor sebagai penanda datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Tradisi tahunan ini berlangsung meriah sekaligus khidmat, menghadirkan suasana religius yang sarat makna kebersamaan.

Di tengah embusan angin laut Boulevard Tidore, anak-anak berjalan dengan mata berbinar, menggenggam obor hampir setinggi tubuh mereka. Para orang tua melangkah di belakang, memastikan api tetap menyala dan barisan berjalan rapi. Malam itu bukan sekadar pawai, tetapi perjumpaan antara tradisi, iman, dan harapan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga  Mitigasi Percobaan Bunuh Diri di JMP, Ary Sahertian Dorong Integrasi CCTV dan Call Center 112

Cahaya Obor, Simbol Harapan dan Kebersamaan

Pawai obor Ramadan di Sangihe. (Beritasatu.com)

Cahaya obor memantul di permukaan jalan dan wajah-wajah penuh senyum. Dari kejauhan, lantunan takbir dan selawat bersahut-sahutan menembus sunyi malam, menghadirkan ketenangan sekaligus getar haru.

Pawai dimulai dari Gedung HI Alo Pasere dan berakhir di Pondok Pesantren Al Ikhlas di kawasan Boulevard Tidore Bawah. Sepanjang rute, warga yang tidak ikut berjalan memilih berdiri di tepi jalan. Ada yang merekam dengan ponsel, ada pula yang sekadar menikmati momen yang selalu dirindukan setiap tahun.

No More Posts Available.

No more pages to load.