Porostimur.com, Ambon – Pemerintah Provinsi Maluku mulai mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan. Langkah ini ditempuh karena besarnya potensi kelautan Maluku dinilai belum berbanding lurus dengan kontribusinya terhadap pendapatan daerah.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Maluku, Kasrul Selang, mengatakan pembenahan tata kelola sektor perikanan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui digitalisasi sistem produksi, distribusi, hingga ekspor.
“Kita memerlukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi untuk mempercepat ekspor,” kata Kasrul saat menghadiri Evaluasi Kinerja Ekspor Maluku Semester I Tahun 2025 yang diselenggarakan Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Maluku di Ambon, Kamis (31/7/2026).
Menurutnya, digitalisasi menjadi salah satu kunci untuk mempercepat layanan ekspor, meningkatkan efisiensi rantai pasok, sekaligus memperluas akses pasar bagi komoditas perikanan Maluku.
Potensi Laut Besar, Kontribusi PAD Belum Maksimal
Kasrul menjelaskan, Maluku memiliki luas wilayah administratif sekitar 712.479,65 kilometer persegi, dengan sekitar 92,4 persen atau 658.294,69 kilometer persegi berupa lautan.









