Pencarian KLM Garuda Jaya Libatkan Basarnas Manado dan Gorontalo

oleh -28 views
Link Banner

Porostimur.com | Banggai: Sembilan penumpang yang hilang pasca Kapal Layar Motor (KLM) Garuda Jaya mengalami kebocoran dan tenggelam di perairan Pulau Taliabu, Maluku Utara, belum ditemukan.

Kepala Kantor SAR Palu Basrano mengatakan, kondisi di lapangan yang membuat korban belum ditemukan. Selain karena gelombang yang mencapai dua meter, juga pegaruh kecepatan angin hingga 15 knot.

Basrano mengatakan upaya pencarian telah dilakukan kembali sejak pagi tadi pukul 06.30 wita.

Pencarian hari ke empat ini melibatkan Basarnas Palu, Basarnas Gorontalo, dan Basarnas Manado.

Link Banner

Keterlibatan Basarnas Gorontalo dan Basarnas Manado ini berdasarkan arah pergerakan SAR Map untuk prediksi atau pergerakan arus dan dimungkinkan korban mulai bergerak ke arah utara, mendekati ke arah wilayah pesisir Selatan Sulawesi Utara dan Selatan Gorontalo.

Baca Juga  Paskibraka Kabupaten Halbar Sukses Kibarkan Sang Merah Putih

Sehingga, Basarnas Gorontalo hari ini telah menurunkan tim Rescue yang terdiri dari 9 orang untuk melakukan penyisiran di wilayah pesisir Gorontalo.

Tim SAR yang melakukan pencarian pada hari keempat

Disamping itu, turut terlibat unsur lain seperti, TNI/Polri, dan pemerintah daerah yang ada di Kabupaten Banggai Laut, serta potensi-potensi SAR yang ada di Perairan Taliabu.

Sejauh ini hasil operasi SAR 3 hari dilaksanakan dengan hasil masih nihil.

Adapun hambatan yang dihadapi dalam proses pencarian yaitu, kecepatan angin dan arus yang cukup cepat dimana kecepatan angin mencapai 15-20 knots dari arah selatan sedangkan, ketinggian gelombang mencapai 1.5 hingga 2 meter dan sedikit menyulitkan seluruh tim dilapangan dalam melakukan pencarian.

Diberitakan sebelumya, KLM Garuda Jaya berlayar pada Kamis 22 Agustus 2019 dengan rute Luwuk – Taliabu dengan perkiraan tiba di pelabuhan Tikong Taliabu pada Jumat 23 Agustus 2019.

Baca Juga  Dunia Keluarkan Tanda Bahaya, Mutasi Sempurna COVID-19 Terjadi di Indonesia

KLM Garuda Jaya mengalami kebocoran dikarenakan cuaca buruk di Perairan Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Dalam kejadian tersebut 5 orang korban telah ditemukan dengan selamat dan 9 orang korban lainnya masih dalam pencarian. (red)