Bawa Direction Finder, Basarnas Pusat Ikut Cari MV Nur Allya yang Hilang

oleh -28 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Basarnas Ternate mendatangkan tim dari Basarnas pusat beserta peralatan Direction Finder (DF) alat untuk dukungan monitoring Distress Alert MV. Nur Allya di Perairan Laut Halmahera, Pulau Obi, Maluku Utara, Selasa (27/08/19).

Menggunakan KN SAR 237 Pandudewanata, pagi hari Tim SAR Gabungan bergerak melakukan operasi pencarian di Perairan Laut Halmahera, Pulau Obi, Maluku Utara.

Tim SAR Gabungan yang turut mencari MV Nur Allya masing-masing Basarnas Ternate 13 Personil, Basarnas Pusat 2 Personil, Ditpolairud Polda Malut 2 Personil, PT Gurita Lintas Samudra 2 Personil.

Kepala Basarnas Ternate, Muhamad Arafah mengatakan, KN SAR 237 Pandudewanata yang tiba di LKP distress, di Perairan Karang-Karang Batu Anyer Kepulauan Damar, di koordinat yang telah ada,Tim Gabungan langsung melakukan deteksi Distress Signal MV. Nur Allya.

Link Banner

“Dengan menggunakan Direction Finder (DF) selama 1 jam dan hasilnya sinyal distress terdeteksi lemah, di sekitar lokasi tersebut juga tidak ditemukan adanya benda-benda atau tumpahan minyak yg dicurigai milik MV Nur Allya,” kata Muhamad Arafah.

Baca Juga  EKPPD Terhadap LPPD 2018, Kepsul Urutan Kedua Terburuk se-Malut

Hingga petang tiba, KN SAR 237 Pandudewanata bergerak
menuju Pelabuhan Babang dikarenakan cuaca di sekitar LKP mulai memburuk. Operasi SAR hari Ke 5 ditutup sementara dengan hasil nihil, dan pencarian hari ke akan dilanjutkan pada esok hari.

Sementara itu, Kepala Basarnas Ambon, Muslimin,mengatakan, kapal itu terakhir terdeteksi berada di bagian utara peraiaran Pulau Buru melalui pancaran sinyal dari kapal tersebut. Baca juga: Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

“Tapi, saat ini, alat deteksi yang ada di kapal itu tidak lagi memancarkan sinyal,” kata Muslimin, kepada Kompas.com, Senin (26/8/2019).

Dia mengatakan, semua kapal memiliki alat tersebut, karena alat itu sangat penting dalam kondisi darurat.

Baca Juga  Polisi Baik ini Bagi Beras untuk Mahasiwa Maluku-Malut di Kota Manado

Melalui pacaran sinyal dari alat tersebut, posisi kapal dapat terdeteksi dan diketahui lokasinya, termasuk titik koordinatnya.

“Semua kapal memiliki alat itu, alatnya kecil saja, ukurannya seperti jeriken lima liter. Sementara sedang kami dalami apakah itu dibuang atau bagaimana,” ungkap dia.

Dia tidak menampik bahwa sebelumnya tim SAR telah dapat mengetahui di mana posisi kapal itu mengalami kehilangan kontak, namun sehari setelahnya pancaran sinyal dari kapal itu tidak lagi bisa terdeteksi. (RTL/red)