Selain itu, tercatat kematian Sersan Devin A. Seibel (26), yang meninggal dalam kecelakaan saat latihan di Irak pada Mei 2026.
Namun, militer AS tidak mengaitkan kematian Seibel secara langsung dengan perang melawan Iran. Insiden tersebut diklasifikasikan sebagai bagian dari Operation Inherent Resolve, operasi militer yang telah berlangsung selama sekitar satu dekade untuk memerangi kelompok Islamic State (ISIS).
Dengan memasukkan kematian Seibel, jumlah keseluruhan personel militer AS yang meninggal di Timur Tengah sejak 28 Februari mencapai 22 orang. Angka tersebut sesuai dengan jumlah yang sebelumnya dilaporkan The Washington Post.
Catatan terbaru juga menunjukkan bahwa sebanyak 865 personel militer AS mengalami luka-luka.
Perbedaan antara angka resmi korban perang dan jumlah keseluruhan kematian personel di kawasan Timur Tengah menunjukkan pentingnya membedakan kematian yang secara langsung berkaitan dengan konflik dan kematian dalam penugasan militer lainnya.
Anggota Kongres Kritik Ketidakakuratan Data
Ketidakakuratan pencatatan korban tersebut menuai kritik dari dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS dari Partai Demokrat, Adam Smith dan Chrissy Houlahan.
Keduanya menyebut kesalahan dalam pencatatan jumlah korban sebagai hal yang memalukan bagi militer AS.









