Penumpang Pertanyakan Dasar Tiket Tambahan Motor Feri Waipirit–Hunimua

oleh -292 Dilihat
Seorang penumpang kapal feri rute Waipirit–Hunimua, Herfy Oma, mengaku mengalami pengalaman yang tidak biasa saat hendak menyeberang dari Waipirit menuju Hunimua, Kamis (8/10/2026) pagi.

“Apakah memang ada aturannya harus bayar?” tulis Herfy.

Ia bahkan mengaku, jika sejak awal mengetahui adanya kewajiban membayar tiket terpisah untuk sepeda motor yang berada di dalam kendaraan, dirinya akan memilih membawa sepeda motor tersebut secara terpisah.

“Kalau tahu begitu lebih baik beli tiket motor lalu gas dengan motor saja,” tulisnya.

Warganet Ikut Soroti Keluhan Penumpang

Unggahan Herfy kemudian mendapat tanggapan dari sejumlah warganet. Salah satunya akun Facebook David Jangkis yang memberikan komentar keras terkait persoalan tersebut.

Dalam komentarnya, David menyampaikan tudingan mengenai dugaan kepentingan pribadi petugas dan pungutan tertentu. Namun, pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi yang belum disertai bukti maupun klarifikasi dari pihak yang dituduhkan.

Baca Juga  Dukung Pengesahan RUU Daerah Kepulauan, GMKI Gelar Webinar Nasional

Komentar tersebut juga memuat sejumlah tudingan lain yang menyangkut persoalan pribadi petugas, termasuk mengenai dugaan utang kepada sejumlah pihak.

Karena berisi tuduhan terhadap pribadi seseorang, komentar tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa petugas melakukan pungutan liar ataupun memiliki persoalan utang sebagaimana dituduhkan.

Persoalan yang lebih substansial dari keluhan Herfy adalah dasar pengenaan tarif terhadap sepeda motor yang diangkut di dalam kendaraan pada lintasan penyeberangan Waipirit–Hunimua.

No More Posts Available.

No more pages to load.