Penyaluran Bantuan Pangan Bulog 2025, NFA Tekankan Kualitas Beras untuk 18,7 Juta Penerima

oleh -180 views

“Kalau masih bisa di-reprocess, lakukan. Tapi kalau misalnya busuk, itu tidak boleh diedarkan ke masyarakat. Setelah itu juga ada namanya reprocessing. Biasanya disimpan berapa lama, itu kan karena dibanting atau hal lainnya, bisa ada yang pecah. Itu juga bisa di-blower. Kalau di-fumigasi, itu artinya tetap food grade,” jelas Arief.

Langkah ini dilakukan tak hanya di Maluku Utara, tapi di seluruh Indonesia, khususnya wilayah yang bukan kota besar, termasuk Papua Selatan, Tengah, Barat, Pegunungan, dan Maluku.

Fokus pada Produksi Dalam Negeri dan Paket Ekonomi 2025

Selain kualitas, NFA menekankan prioritas produksi beras dalam negeri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Januari–Oktober 2025 diperkirakan mencapai 31,04 juta ton, melebihi total produksi 2024 yang 30,62 juta ton.

Baca Juga  Soroti Dugaan Pelanggaran SPPG di Ambon, BEM Nusantara Maluku Desak Pencopotan Kepala KPPG

“Kita nomor satu mengutamakan produksi dalam negeri. Jadi apabila nanti November dan Desember, berapapun yang diproduksi, itu adalah kelebihannya. Misalnya di November 1,5 juta ton dan Desember 1,2 juta ton, berarti akan ada kelebihan 2,7 juta ton,” terang Arief.

Program bantuan pangan beras juga akan dikombinasikan dengan minyak goreng 2 liter per penerima untuk setiap dua bulan, atau 4 liter selama periode penyaluran.

Persiapan koordinasi dilakukan NFA bersama Kementerian Perdagangan dan pelaku usaha minyak goreng, demi memastikan kualitas sampai ke masyarakat tetap baik.

No More Posts Available.

No more pages to load.