Perempuan Buronan Kejari Ambon Tertangkap di TNS Maluku Tengah

oleh -80 views
Link Banner

Porostimur.com | Masohi: Martha Dehotman, perempuan yang menjadi buronan dan selama ini dicari Kejaksaan Negeri Ambon, berhasil diringkus oleh aparat Kejaksaan Negeri Maluku Tengah di Desa Jerili, Kecamatan TNS, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (19/12/2019 kemarin.

Dalam operasi penangkapan tersebut, Tim Kejaksaan Negeri Maluku Tengah dibantu oleh aparat kepolisian setempat. Penangkapan dilakukan pada sekitar pukul 16:30 WIT bertempat di kediaman Martha di Desa Jerili.

Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, Juli Isnur kepada media pers mengatakan, jajarannya meringkus Martha atas permintaan dari Kejaksaan Negeri Ambon.

“Hari ini Tim Kejaksaan bekerja sama dengan pihak kepolisian resort Maluku Tengah, telah menangkap seorang buronan kejaksaan Negeri Ambon, bernama Martha Dehotman. Penangkapan ini atas permintaan Kejaksaan Negeri Ambon,” jelas Isnur.

Permintaan Kejari Ambon untuk menangkap Martha, kata Isnur, lantaran Martha berdomisili di TNS yang merupakan wilayah hukum Kejari Maluku Tengah.

Baca Juga  Massa Aksi Sebut Hendrata Thes Tak Mampu Selesaikan Persoalan Pembangunan di Sulabesi Timur

“Atas permintaan itu saya perintahkan Kasi Pidum dan Jaksa Rian dan berkoordinasi dengan kepolisan bantu penangkapan Martha. Setelah ini kami akan serahkan yang bersangkutan ke Rutan Masohi,” tukas Isnur.

Isnur menjelaskan, Martha merupakan terpidana umum. Ia telah diputus bersalah oleh pengadilan Tinggi Ambon pada Januari tahun 2019. Dijelaskan, Martha terbukti melakukan tindak pidana memaksa masuk rumah orang tanpa izin yang berhak.

“Terpidana ini terbukti melanggar pasal 167 KUHP dan dijathui pidana kurungan penjara 4 bulan,” tandas Isnur.

Isnur kemudian menjelaskan, Martha semenjak diputus bersalah melakukan tindak pidana oleh pengadilan, yang bersangkutan tidak kooperatif mengikuti panggilan jaksa yang saat itu hendak menjebloskan Martha ke Ruma Tahanan sesuai perintah Pengadilan.

Baca Juga  Pasien Asal Tikep Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Saat ditangkap, Martha sempat sembunyi. Oleh warga setempat Martha telah pergi dari rumah sejak tiga hari lalu. Namun tim tidak patah arang dan percaya begitu saja omongan tetangga.

“Saat penangkapan Tim terlebih dahulu mengetok pintu rumah Martha. Dan tidak ada jawaban namun kata warga yang bersangkutan telah pergi tiga hari lalu. Namun tim kemudian mencoba masuk dan geledah ternyata yang bersangkutan berada dibalik pintu bekas pondoknya,” jelas Isnur sembari mengatakan Martha tidak melakukan perlawanan saat ditangkap. (red/daddy)