Parlemen Eropa Desak China Tutup Kamp Uighur di Xinjiang

oleh -62 views
Link Banner

Porostimur.com | Brussels: Parlemen Eropa menyatakan keprihatinan serius terhadap penindasan yang dilakukan pemerintah China terhadap Muslim Uighur.

Parlemen Eropa pun menyerukan agar Beijing segera menutup kamp pendidikan ulang di Xinjiang.Parlemen Eropa mengadopsi resolusi yang mengutuk pengiriman ratusan etnis Uighur dan Kazakh ke kamp pendidikan ulang politik dengan alasan menjaga ketertiban.

Badan itu pun menuntut agar pemerintah China segera membebaskan semua tahanan tanpa syarat.

“Parlemen Eropa mendesak pemerintah China untuk segera mengakhiri praktik penahanan sewenang-wenang tanpa dakwaan, persidangan atau putusan bersalah atas pelanggaran pidana,” bunyi pernyataan yang dikutip dari laman resmi Parlemen Eropa, Jumat (20/12/2019).

Link Banner

Parlemen Eropa juga menyerukan kepada pihak berwenang China untuk memberi para jurnalis independen dan pengamat internasional akses ke provinsi Xinjiang untuk memeriksa situasi di lapangan.

Baca Juga  Dua Kakak Beradik Tewas di Eks Tambang Gunung Botak

Parlemen Eropa menyatakan keprihatinannya terkait laporan pelecehan yang diterima etnis Uighur di luar negeri oleh otoritas China.

Itu dilakukan untuk memaksa mereka memberi tahu warga Uighur lainnya, kembali ke Xinjiang atau membungkam mereka tentang situasi di daerah itu, terkadang dengan menahan anggota keluarga mereka.

Parlemen Eropa pun meminta Uni Eropa untuk mengangkat masalah pelanggaran hak asasi manusia di China pada setiap dialog politik dan hak asasi manusia dengan pihak berwenang China.

“Parlemen Eropa menyerukan Dewan untuk mengadopsi sanksi yang ditargetkan dan membekukan aset, jika dianggap tepat dan efektif, terhadap pejabat China yang bertanggung jawab atas represi berat hak-hak dasar di Xinjiang,” demikian pernyataan itu.

Baca Juga  Sambut HUT RI Ke75, Lanal Ternate Gelar Pengibaran Bendera Merah Putih Bawah Laut

Tekanan terhadap Beijing meningkat setelah kebocoran dokumen rahasia terkait kamp-kamp penjara Uighur di Xinjiang baru-baru ini.

Dokumen itu tampaknya mengkonfirmasi bahwa pemerintah China telah menahan lebih dari satu juta Muslim, sebagian besar warga Uighur, di “kamp-kamp pendidikan ulang” di wilayah barat laut Xinjiang. 

Namun pihak berwenang Cina mengatakan “pusat pelatihan kejuruan” digunakan untuk memerangi ekstremisme agama yang kejam. (red/rtl)