Perseteruan Memanas, Kanada Ancam Putus Pasokan Listrik ke AS

oleh -68 Dilihat
Perang dagang antara Kanada dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Pemerintah Provinsi Ontario bahkan mengancam menggunakan pasokan listrik dan mineral strategis sebagai alat tekanan jika Presiden AS Donald Trump terus meningkatkan tarif terhadap produk Kanada.

Kebijakan tersebut diambil ketika pemerintah negara bagian menyusun regulasi baru yang antara lain diarahkan untuk menjaga stabilitas jaringan listrik dan melindungi konsumen.

Ontario Pernah Gunakan “Senjata” Listrik

Ancaman menghentikan atau membatasi pasokan listrik ke AS bukan pertama kalinya dilontarkan Ontario.

Pada Maret 2025, Ford pernah memberlakukan biaya tambahan sebesar 25 persen terhadap ekspor listrik Ontario ke tiga negara bagian AS.

Langkah tersebut kemudian ditangguhkan setelah Trump mengancam menggandakan tarif terhadap baja dan aluminium Kanada.

Kini, ketegangan kembali meningkat.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga merespons kebijakan tarif terbaru Trump. Ia menuduh Washington berupaya membongkar industri otomotif Kanada melalui persyaratan perundingan yang dinilai tidak dapat diterima Ottawa.

Baca Juga  Ketua DPW Perindo Maluku Bantu Biaya Operasi Pemuda Disabilitas di Kota Tual

Setelah Kanada menarik diri dari perundingan pada Jumat malam, Carney menyatakan posisi pemerintahannya secara tegas.

“AS meminta terlalu banyak dan menawarkan terlalu sedikit,” ujarnya.

Carney kemudian mengumumkan tarif balasan dengan prinsip “dolar demi dolar” yang dijadwalkan mulai berlaku pada 8 September.

Dengan demikian, perselisihan dagang Kanada-AS kini tidak lagi hanya berkutat pada tarif barang.

Energi, listrik, mineral strategis dan industri otomotif mulai menjadi bagian dari arena tekanan ekonomi kedua negara.

No More Posts Available.

No more pages to load.