[carousel_slide id=’12211′]
porostimur.com | Papua: Briptu Heidar, anggota Direskrim Polda Papua yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan bahwa penyanderaan yang berujung pada eksekusi sadis terhadap Briptu Heidar itu dilakukan kelompok krimnal bersenjata (KKB) Papua.

“Kelompok KKB yang dipimpin oleh Jambi Mayu,” beber Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019).
Dedi menjelaskan, dari hasil otopsi sementara, Briptu Heidar ditembak di kepala dan leher.
“Penyebab kematian Briptu Heidar disebabkan luka tembak pada kepala bagian atas dan bagian leher,” ungkapnya.
Anggota polisi Polda Papua itu, kata Dedi, diduga sempat melarikan diri usai disandera KKB Papua.

Sayangnya, dalam upaya menyelamatkan diri itu, KKB Papua berhasil menangkapnya lagi dan langsung mengesekusinya.
“Sempat mencoba melarikan diri, kemudian dikejar. Selanjutnya dieksekusi di TKP,” beber Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019).
Dedi menambahkan, polisi asal Makassar yang kini berpangkat Briptu itu akan mendapat kenaikan pangkat menjadi Brigadir Polisi (Brigpol).
Ia diculik dan disandera saat berada di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua pada pukul 11.00 WIT, Senin (12/8/2019).




