Mahasiswa Diminta Hadir dalam Perubahan
Dwi mendorong mahasiswa baru memanfaatkan berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia di kampus.
Ruang tersebut tidak hanya berupa organisasi kemahasiswaan, tetapi juga kegiatan kreativitas dan penalaran, olahraga, seni, kewirausahaan, pengembangan karakter, kerja sama dengan dunia industri hingga berbagai program berskala nasional dan internasional.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh melalui aktivitas tersebut akan melengkapi kemampuan akademik mahasiswa.
Sebab, dunia kerja dan kehidupan sosial membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teoritis. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, memimpin dan menyelesaikan persoalan juga menjadi bagian penting dari proses pembentukan mahasiswa.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang cuma hadir di kelas. Jadilah mahasiswa yang hadir dalam perubahan. Sebab kalian adalah generasi yang akan menentukan wajah Politeknik Negeri Ambon di masa depan,” tegasnya.
Di tengah keberagaman mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang, Dwi juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan.
Perbedaan daerah asal, karakter, latar belakang maupun pilihan aktivitas, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk memecah kebersamaan sebagai keluarga besar Polnam.









