Nama Gibran, AHY dan Ahok juga muncul dalam survei Median. Tapi masih jauh untuk bisa berkompetisi dengan Prabowo. Tapi, satu hal yang harus dipahami bahwa politik itu dinamis. Semua berkemungkinan untuk berubah.
Jadi, kembali lagi pada istilah “Negatif Correlation” atau “korelasi negatif”. Istilah ini dipakai untuk sebuah hubungan matematika politik. Bukan hubungan sosial-moral.
Relasi sosial Prabowo dan Anies tidak ada masalah. Pasca pilpres 2024, masing-masing punya panggung dan kontribusinya sendiri. Prabowo urus negara dengan semua dinamika ekonomi dan uapayanya menghadapi kejahatan korupsi dan dominasi oligarki yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sementara Anies sibuk keliling kampus nasional maupun internasional, memberikan pencerahan dan spirit pemberdayaan kepada para mahasiswa.
Belakangan, Anies didaulat oleh Partai Gerakan Rakyat untuk menjadi icon dalam konsolidasi kebangsaan. Sampai disini, hubungan Prabowo dan Anies tidak ada masalah, dan tidak perlu dipermasalahkan.
Namun, politik punya dinamikanya sendiri. Dalam dinamika politik inilah hubungan Prabowo dan Anies bisa dibaca dan dikalkulasi lewat survei. Hasil survei menjadi instrumen untuk membaca bagaimana penilian rakyat kepada Prabowo dan Anies.









