Proyek Jalan Asal Jadi, Kontraktor AH Seolah ”Tak Terjamah”

oleh -51 views
Link Banner

@Porostimur.com | Buru : Nama Hong Arta John Alfred alias Alfred Hong sudah familiar dalam kalangan dunia bisnis, pengusaha hingga pemerintahan.

Pasalnya, nama ini merupakan seorang pengusaha/kontraktor yang kerap mengerjakan proyek dalam lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru.

Sayangnya, AH juga dikenal nakal dalam menangani proyek-proyek dimaksud sehingga kualitas pekerjaannya menjadi pertanyaan masyarakat setempat.

Salah satu pekerjaan yang ditangani AH yakni proyek jalan menuju Teluk Bara yang rampung awal tahun 2019, namun ternyata sudah banyak bagian jalannya yang mengalami kerusakan berat, seperti hancurnya tepian jalan aspal.

Link Banner

Kerusakan dimaksud pernah dilaporkan masyarakat kepada Dinas PUPR Kabupaten Buru pada awal Maret 2019 lalu, apalagi masa pemeliharaan proyek ini hingga akhir bulan April 2019.

Baca Juga  Ombudsman Evaluasi Temuan Penyaluran Bansos di Ternate

Namun hingga Senin (8/7), ruas jalan yang mengalami kerusakan aspal lapen ini masih belum diperbaiki juga.

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan via pesan WA, PPTK Dinas PUPR Kabupaten Buru, Zulfani Rumalutur, mengaku bahwa jalannya sudah diperbaiki.

”Perbaikan kemarin sudah ada pak. Hari itu yang pa dong datang langsung besoknya beta tindaklanjuti,” ujarnya.

Dijelaskannya, pihaknya pun sudah dua kali menyurati kontraktor pelaksana namun dirinya  lupa kapan tanggal surat dilayangkan.

”Beta sudah menyurat 2x untuk perusahaan. Suratnya nanti beta lihat filenya dulu,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru, Nelson Butar-Butar,SH, yang berhasil dikonfirmasi wartawan sebelumnya, juga memilih tetap diam.

Butar-Butar sendri mengaku tidak tahu-menahu bagaimana hingga kontraktor berinisial AH yang sebelumnya dikabarkan menjadi tersangka dalam kasus fee proyek senilai Rp 12 milyar biasa memenangkan proyek dalam lingkup Pemkab Buru.

Baca Juga  Timnas Kroasia U-19 Panggil Kiper Chelsea untuk Hadapi Timnas Indonesia U-19

Saat mendengar nama AH disebut, pamungkas Kejari Buru ini pun berkelit.

”Oh, itu bukan ranah saya,” singkatnya.

Begitupun dengan contoh info 2 paket proyek jalan menuju Air Terjun Bara di Kecamatan Airbuaya dan jalan Waetabi-Waegrahe di Kecamatan Fenalisela, Butar-Butar pun masih tetap tidak memberikan tanggapannya.

”Oh, no comment kalau masalah itu. Kalau anda melihat ada penyimpangan, silahkan dibuat laporan,” tegasnya.

Sama halnya ketika ditanya tentang pengakuan PPTK jalan Waetabi-Waegrahe yang sempat dipanggil dan dimintai keterangan di Kantor Kejari Buru, Butar-Butar hanya menjawab akan mengeceknya.

”Nanti kita checklah,” elaknya.

Meskipun enggan berbicara, Butar-Butar menegaskan bahwa dari segi etika, maka kontraktor yang tidak layak tentunya tidak boleh diberikan proyek pemerintah.

Baca Juga  Namarin Minta Pemerintah Hentikan Operasional Kapal Pelni

Meski demikian, akunya, penentuannya berada pada Unit Lelang Proyek (UPLP) atau pokja.

Ketika berulang kali dimintai ketegasannya soal TP4D yang kecolongan awasi proyek, sehingga  AH melenggang leluasa dalam pekerjaan proyek dalam lingkup Pemkab Buru, lagi-lagi Buatar-Butar mengarahkan telunjuknya pada ULP.

”Kewenangan ada di ULP,” kelitnya.

Namun saat disinggung tentang kecolonganTP4D, Butar-Butar justru menyanggahnya.

”Itu belum tentu. Oke?” pungkasnya. (tim)