Karena itu, intervensi pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat menjadi penting agar kesenjangan akses tidak semakin lebar.
Dari Ruang Kelas hingga Penguatan Ekonomi Warga
Selama empat hari, sembilan relawan dari berbagai perusahaan BUMN menjalankan sejumlah program yang dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat Negeri Saleman.
Bidang pendidikan menjadi salah satu fokus utama. Para relawan menggelar Kelas Nusa Cita di SDN 253 Maluku Tengah dan SMKN 7 Maluku Tengah melalui kegiatan Sea English Fun Class, Pohon Cita-Cita, serta edukasi mengenai pola hidup sehat dan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi.
Program tersebut tidak hanya menyasar kemampuan akademik, tetapi juga berupaya membangun motivasi dan cita-cita anak-anak di wilayah kepulauan.
Di sektor infrastruktur, relawan melakukan renovasi dan pengecatan sejumlah fasilitas umum. Area dermaga wisata hingga bangunan SDN 253 Maluku Tengah mendapat sentuhan perbaikan.
Perubahan tersebut diharapkan menciptakan ruang publik yang lebih bersih dan nyaman, sekaligus mendukung aktivitas masyarakat serta kegiatan belajar mengajar.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari rangkaian Bakti BUMN.
Para relawan memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM dengan mengangkat potensi produk lokal, salah satunya sirup pala. Komoditas yang selama ini menjadi bagian dari kekayaan alam Maluku tersebut didorong agar memiliki nilai tambah lebih tinggi.









