Gasperini Sebut Roma Mulai Kehilangan Keberanian
Gasperini mengakui ada perubahan sikap dalam permainan anak asuhnya ketika Madrid berhasil memperkecil ketertinggalan dan kemudian mencetak gol kedua. Pada momen itu, menurut dia, Roma mulai memperlihatkan rasa takut yang sebelumnya tidak tampak sepanjang pertandingan.
“Saat menghadapi situasi sepak pojok, muncul rasa takut dan minimnya reaksi, sesuatu yang sebelumnya tidak terjadi. Para pemain pengganti sebenarnya masuk dan bermain dengan baik,” kata Gasperini, dikutip Football Italia.
Menurut Gasperini, persoalan utama Roma bukan semata-mata kualitas permainan lawan, melainkan bagaimana timnya merespons tekanan setelah kebobolan.
Ia menilai gol Madrid mengubah kondisi psikologis pertandingan. Roma yang sebelumnya mampu bermain berani dan efektif justru mulai kehilangan ketenangan ketika lawan menemukan momentum untuk bangkit.
“Pukulan psikologisnya muncul saat skor menjadi 3-2. Kami perlu membenahi dan menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
Bagi Gasperini, kebobolan gol seharusnya tidak membuat sebuah tim kehilangan kepercayaan diri secara drastis. Ia ingin para pemain Roma mampu mempertahankan konsentrasi dan tetap menjalankan rencana permainan, sekalipun lawan berhasil memperkecil ketertinggalan.









